Berkaca dari Tragedi Itaewon, Polda Metro Berinisiasi Bikin FGD Penyelenggaraan Event Bersama Stakeholders

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Moh Fadil Imran memberikan penjelasan kepada wartawan usai acara Forum Group Discussion (FGD) bersama stakeholder dalam rangka penyelenggaraan event di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (22/11).

Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moh Fadil Imran didampingi Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event), Staf Ahli Menteri Bidang Manajeman Krisis, Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf RI, serta Asisten Pemerintahan DKI Jakarta memimpin acara Forum Group Discussion (FGD) bersama stakeholder dalam rangka penyelenggaraan event di wilayah hukum Polda Metro Jaya,
Rabu (22/11).

Acara tersebut bertempat di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ) dan dihadiri para pejabat utama (PJU) Polda Metro, para Kapolres dan jajaran, serta perwakilan BPNB Satgas Covid-19 DKI Jakarta.

Juga turut hadir Ketua umum Promotor, Ketua Umum Backsatagers Indonesia, Ketua Umum Ivendo, Ketua Umum Asperapi, Ketua Umum Fesmi serta pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Metro menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo tentang industri kreatif. Pengertian industri kreatif di sini adalah industri masa depan yang berperan besar dalam menghidupi seluruh kalangan tanpa terkecuali. Tnaga kerja di sektor ini juga diprediksi akan tumbuh di kisaran 5,9 persen setiap tahunnya.

Berdasarkan Outlook Pariwisata & Ekonomi Kreatif Indonesia 2021 yang dikeluarkan Kemenparekraf RI, sektor ekonomi kreatif termasuk sektor unggulan.

“Sebagai unggulan, sektor ini mampu menyumbang pendapatan negara sebesar Rp1.000 Triliun pada tahun 2017. Angka itu meningkat pada 2018 menjadi Rp1.105 triliun, dan naik lagi menjadi Rp1.211 triliun di tahun 2019,” terang Irjen Fadil.

Dituturkannya juga, latar belakang diadakan Forum Group Discussion ini mengacu pada kejadian Tragedi Itaewon dan Konser Berdendang Bergoyang di Istora Senayan. Seperti diketahui, standar keamanan dan keselamatan bagi penyelenggara di kedua event itu tidak berjalan sesuai dengan aturan yang diharapkan.

Oleh karena itu, Fadil Imran menyambung, target dari penyelenggaraan forum ini adalah menurunkan aturan teknis tentang tata cara dan persyaratan mendapatkan izin keramaian.

Target berikutnya lagi adalah memperkuat aturan tentang manajemen keramaian (crowd control), sinambung mengadakan diskusi teknis tentang faktor K-3 yang wajib dijaga, termasuk juga fenomena sosial budaya yang perlu diperhatikan.

Lebih lanjut Kapolda Fadil juga menyampaikan bahwa posisi Polda Metro Jaya di konteks ini adalah sebagai fasilitator. “Polri ingin mensupport industri kreatif (terutama MICE). Tidak ada niat untuk menghalangi apalagi niat untuk mempersulit,” tegasnya.

Di akhir penyampaian, Kapolda Fadil juga berharap dalam pelaksanaan setiap event ke depannya sudah tercipta regulasi yang rinci dan detail tentang teknis pelaksanaan event dan kolaborasi dari seluruh stakeholder ekosistem event. Hal ini sangat penting karena jadi parameter yang memastikan penyelenggaraan akan berjalan profesional.

“Edukasi dan sosialisasi tentang crowd control management juga harus intens dilakukan. Tak ketinggalan juga modul tata laksana promotor dan organizer disiapkan, sekaligus juga menentukan beragam venue memadai yang selaras dengan tipologi kegiatan,” pesan Fadil Imran mengakhiri penyampaiannya. bembo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.