TOPIKONLINE.CO.ID – LAMONGAN: AKBP Arif Fazlurrahman sebagai Kapolres Lamongan baru di jajaran Polda Jawa Timur. Lulus Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2005, AKBP Arif memulai pengabdian panjang sebagai Bhayangkara negara.
AKBP Arif Fazlurrahman merupakan alumni Pondok Pesantren Assalam, Solo, sebuah lingkungan pendidikan yang dikenal menanamkan nilai disiplin, kemandirian, dan adab dalam setiap denyut kehidupan santrinya.
Di pesantren itulah Arif muda menempuh pendidikan formal dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA). Kehidupan pesantren mengajarkannya satu hal penting: kepemimpinan adalah amanah, bukan sekadar jabatan.
Nilai itulah yang terus ia bawa hingga kini. Dalam setiap keputusan, dalam setiap kebijakan, ia tak hanya berpikir tentang aturan, tetapi juga tentang keadilan dan kemaslahatan.
Kariernya dibangun setapak demi setapak, bukan dengan jalan pintas, melainkan melalui kerja nyata di lapangan. Ia dikenal sebagai perwira yang tekun, detail, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, modal penting dalam dunia kepolisian yang tak hanya berhadapan dengan kejahatan, tetapi juga dengan masyarakat.
Nama AKBP Arif Fazlurrahman mulai banyak dikenal publik saat menjabat sebagai Kasat Lantas Polrestabes Surabaya. Kota metropolitan dengan kompleksitas lalu lintas tinggi itu menjadi arena pembuktian kepemimpinannya.
Di Surabaya, ia dihadapkan pada kemacetan kronis, pelanggaran lalu lintas, hingga tekanan publik yang besar. Namun justru di sanalah ketegasan dan kecermatannya diuji. Ia menegakkan aturan tanpa kehilangan sisi humanis, menertibkan tanpa arogan, menindak tanpa menyakiti rasa keadilan.
Pendekatan komunikatif dan edukatif menjadi ciri khasnya. Ia percaya, hukum akan lebih efektif bila dipahami, bukan ditakuti.
Sebagai Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman membawa filosofi kepemimpinan yang sama: tegas dalam prinsip, santun dalam pendekatan. Lamongan bukan wilayah kecil, ia memiliki dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam.
Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ia tak hanya mengandalkan patroli dan penegakan hukum. Dialog, silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen pemuda menjadi bagian dari strategi besarnya.
Baginya, polisi bukan sekadar aparat penegak hukum, melainkan mitra masyarakat.
Salah satu kekuatan AKBP Arif adalah kemampuannya mendengar. Ia memahami bahwa di balik setiap persoalan hukum, ada manusia dengan latar belakang dan cerita yang berbeda, sikap ini membuatnya dihormati. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya profesionalisme anggota Polri yang dibarengi empati.
AKBP Arif Fazlurrahman membuktikan bahwa latar belakang religius bukan penghalang, melainkan fondasi kuat untuk memimpin dengan integritas di tengah tuntutan zaman yang serba cepat dan tekanan publik terhadap institusi kepolisian. (Amin)












