Hankam  

Dibuka Kasum TNI, FGD SPBE Bahas Peningkatan Tunjangan Kinerja TNI

Kasum TNI Letjen TNI Bambang Ismawan membuka Focus Group Discussion (FGD) Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) TNI Tahun 2023. Kegiatan ini membahas upaya peningkatan tunjangan kinerja TNI dari 70 persen menjadi 80 persen.

Jakarta – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Bambang Ismawan, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) TNI Tahun 2023 di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis, (16/11) kemarin.

Kegiatan FGD SPBE yang dimotori oleh Staf Perencanaan umum (Srenum) TNI menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Ugi Cahyo Setiono dari Kemenpan RB, Jusuf A, Simatupang dari Kemkominfo RI, dan RM. Ival Tirta Kusumah dari BSSN RI.

Kasum TNI dalam sambutannya mengatakan, pada forum ini dirinya lebih menitik beratkan kepada peningkatan tunjangan kinerja prajurit TNI. Pasalnya, jelas Kasum TNI, tunjangan kinerja prajurit saat ini masih di kisaran 70 persen. Dan ironisnya, di beberapa instansi yang baru beberapa tahun berdiri, angka tunjangan kinerja sudah ada yang mencapai 80 persen.

“Jadi kenapa mereka bisa lebih tinggi dari pada kita? Pasti ada sesuatu yang belum pas. Salah satunya dari SPBE yang belum maksimal dilaksanakan di lingkungan TNI. Untuk itu, saat ini akan kita bahas bersama bagaimana solusinya,” kata Jenderal berbintang tiga jebolan Akmil 1988 A ini.

Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa nilai reformasi birokrasi TNI saat ini masih di angka 72.372. Sementara untuk naik menjadi 80 persen penerimaan tunjangan kinerja, harus di angka 75.

“Jadi sedikit lagi sebenarnya. Makanya saya selalu mengejar Kapus RB bagaimana supaya kita bisa mencapai angka itu, untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit tentunya,” jelasnya.

“Dan sama-sama kita ketahui tingkat kepercayaan masyarakat kepada TNI sangat tinggi mencapai angka 93. Nah apa yang kita terima dalam hal tunjangan kinerja berbanding terbalik. Kita harus cari di mana titik lemahnya,” sambung Jenderal kelahiran Klaten yang juga pernah menjabat sebagai Dankodiklat TNI ini.

Untuk diketahui, kegiatan FGD SPBE ini adalah program reformasi birokrasi TNI untuk membangun arsitektur SPBE TNI. Hal ini adalah tindak lanjut dari Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Perpres Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional Tahun 2020 – 2024.

Juga tampak hadir ketika itu di kegiatan ini Irjen TNI, Koorsahli Panglima TNI, para Asisten Panglima TNI, para Irjen Angkatan, para Asisten dan para j
koordinator/pejabat serta pelaksana SPBE dari setiap Angkatan. Bembo

Tinggalkan Balasan