Sekolah Tinggi Penerbangan Aviasi Mewisuda 85 Wisudawan-Wisudawati Secara Drive Thru

Jakarta, topikonkine.co.id – Sekolah Tinggi Penerbangan Aviasi melakukan Wisuda XXIV Ahli Madya Tahun Akademik 200/2021 secara drive thru bertempat di Sudirman Hall Wiladatika Cibubur, Rabu (03/11/2021).

Dalam sambutannya, Ketua STP Aviasi Ryan Firdiansyah Suryawan menjelaskan pelaksanaan wisuda kali ini menggunakan metode berbeda dari tahun-tahun sebelumya prosesi wisuda tahun ini digelar secara Drive Thru.
“Mekanisme Drive Thru solusi dari adaptasi terhadap situasi pandemi Covid-19. Kami telah melaporkan dan konsultasikan persiapan pelaksanaan kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta, untuk memastikan pelaksanaan wisuda bisa berjalan dengan mematuhi segala ketentuan yang berlaku,” kata Ryan.

Sekolah Tinggi AVIASI telah menghasilkan beberapa prestasi pencapaian, melaksanakan program-program dan kerjasama dengan berbagai perusahaan-perusahaan seperti Citilink, Lion Air Group, Air Asia, PT. Gapura Angkasa dan lainnya. Beberapa bulan lalu PT. Gapura Angkasa telah melakukan seleksi wawancara para mahasiswa/i Sekolah Tinggi Penerbangan AVIASI langsung di kampus AVIASI untuk menjadi karyawannya.

Dikatakan Ryan, STP Aviasi juga telah menyelenggarakan konferensi Internasional dengan titie JAMEC 15 (Jakarta Aviation Management Economic Conference dengan narasumber dari tiga negara (Malaysia-Singapore-Philippine)
“Pada Agustus 2020 kami menyelenggarakan event regional yang di hadiri negara Malaysia, Singapura dan Philippine. Event Jakarta Aviation Management Economic Conference 15 (JAMEC-15) diikuti peserta dosen, peneliti, dan mahasiswa/i dari berbagai negara di dunia. Program ke depannya In syaa Allah STP AVIASI akan membuka unit bisnis dengan perusahaan forwarding, dan cabang reservasi ticketing dari PT. Citilink,” sambung Ryan.

Masih menurut Ryan, STP Aviasi juga melakukan penguatan bidang SDM pada jajaran dosen di AVIASI untuk mengambil program Doktor dari universitas dalam negeri dan luar negeri.
“Kami mendorong para dosen aktif melakukan menimba ilmu yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Kami juga menstimulasi pada dosen untuk juga melakukan penelitian bahkan beberapa telah menghasilkan artikel hasil penelitian lapangan, studi kasus atau memberikan ide berkaitan dengan ilmu dan pengetahuan dan di terbitkan di jurnal Internasional terindeks Copernicus, Scopus dan World of Science (WoS) serta menghasilkan buku-buku kompetensi yang berkaitan dengan bidang Aviasi dan Logistik,” kata Ryan.

STP Aviasi juga telah melakukan sertifikasi-sertifkasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), LDP, di bidang penerbangan dan logistik dan meneruskan program kunjungan industri. Sekolah Tinggi Penerbangan Aviasi telah melaksanakan perbaikan kurikulum dua program diploma dengan melibatkan pihak Kementrian Perhubungan, industri penerbangan dan stake holder lainnya.

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Yayasan Aviasi Indonesia Kusnadi, memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para civitas akademika STP Aviasi yang telah memberikan kontribusi dan sumbangsih pemikiran dalam pelaksanaan pendidikan.
“Penghargaan kami berikan kepada semua yang terlibat dalam kontribusi dan sumbangsih pemikiran dalam penyelenggaraan pendidikan hingga para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikannya dan siap untuk bersaing di lapangan kerja nanti,” ujar Kusnadi.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kedepan Yayasan Aviasi Indonesia telah mencanangkan untuk kelembagaan Sekolah Tinggi menjadi Institut atau Universitas.
“Kami sudah merencanakan untuk mengupgrade Kelembagaan Sekolah Tinggi menjadi Institut atau Universitas. Hal ini tentu akan menimbulkan konsekuensi sarana dan prasarana serta sumber daya manusia khusus tenaga pengajar. Yayasan berkomitmen dalam pengembangan fasilitas keilmuan dosen untuk menempuh pendidikan lanjutan S2/S3 maupun keterlibatan dalam R&D sehingga STP Aviasi menjadi terdepan dalam pendidikan Aviasi dan menjadi pilihan bagi mereka yang kan menempuh pendidikan di bidang Aviasi,” sambung Kusnadi.

Ditempat yang sama, dosen sekaligus lulusan STP Aviasi tahun 1999, Bekti Setiadi, mengatakan dirinya sangat beruntung bisa menuntut ilmu di STP Aviasi karena merasa terbantu dengan biaya terjangkau untuk ukuran sekolah Aviasi.
“Saya merasa terbantu dengan biaya yang relatif murah akan tetapi secara keilmuan dapat di sejajarkan dengan institusi pendidikan lainnya. Tenaga pengajar juga banyak dari kalangan praktisi sehingga cukup update dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan,” kata Bekti.

Sekolah Tinggi Penerbangan Aviasi berharap lulusannya dapat mempergunakan ilmu yang di dapat untuk menyelesaikan masalah, membantu masyarakat dan tantangan yang kompleks di masa depan. Jangan pernah lengah berjuang menerobos persaingan dunia, berkompetisi masuk ke ranah bergengsi, semangatlah mempunyai cita-cita dan harapan. Jadilah pemimpin yang berkarya nyata yang terus termotivasi disiplin, rajin ibadah, belajar dan terus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. [Adang]

Tinggalkan Balasan