Daerah  

Bentuk Karakter Islami Sejak Dini, Satgas Pamtas Yonif R 301/PKS Gelar Pesantren Kilat

Kapuas Hulu – Guna membentuk remaja yang berkarakter Islam dan menjauhkan generasi penerus bangsa dari segala bentuk kenakalan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 301/Prabu Kiansantang menggelar kegiatan Pesantren Kilat pada Bulan Ramadhan.

Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Bulan suci Ramadhan 1440 H, dimana pada bulan yang penuh dengan keberkahan ini, yang mana satu kebaikan yang kita buat akan dilipat gandakan oleh Allah SWT.

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 301/PKS, Letkol Inf Andi Hasbulah, di Pos Kotis Nanga Badau, Kab. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (07/05/2019).

Dijelaskan, Pesantren Kilat adalah Pesantren yang diadakan dalam waktu singkat pada Bulan Ramadhan dan merupakan suatu kegiatan yang positif untuk dilakukan dalam rangka membentuk karakter Islami pada anak-anak usia dini.

Kegiatan ini dinilainya perlu, untuk diberikan ke pada para remaja di wilayah perbatasan, yang masih berusia dini dan rentan terkena pengaruh negatif serta dilaksanakan dengan cara memberikan pemahaman dasar terlebih dahulu kepada para remaja, untuk selanjutnya dapat dikembangkan dan dijadikan pedoman bagi mereka didalam lingkungan pergaulan mereka sehari-hari.

Pesantren kilat ini berlangsung selama 3 hari, dimulai sejak 06 s.d 08 mei 2019 di Masjid At Taqwa Desa Senaning, dengan jumlah santri yang mengikutinya berjumlah 60-50 santri.

Santri-santri yang mengikuti kegiatan ini merupakan warga Desa Senaning dan desa Nanga Bayan. Pesantren Kilat yang dilaksanakan ini sebagai bentuk kepedulian Pos Pamtas terhadap masyarakat disekelilingnya, sehingga dengan diadakannya kegiatan seperti ini maka remaja yang berada di wilayah Desa binaan dapat lebih mengerti tentang arti kehidupan remaja yang baik dan benar.

“Pesantren Kilat ini bertujuan untuk mengedukasi para remaja tentang pemahaman agama Islam dan mengisi waktu puasa dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” ujar Andi.

Sementara itu, Danpos Nanga Bayan Lettu Arh Retno menyampaikan, materi-materi pembekalan yang diberikan kepada para santri tak berbeda dengan materi-materi yang ada di pesantren pada umumnya.

“Sebagai dasar kita mengajarkan tentang akhlak dan budipekerti, menghafal rukun iman dan rukun islam, dan juga kita mengajarkan kepada mereka tentang arti dari cinta tanah air dan terakhir yaitu agama untuk menjaga kita semua dari perbuatan hina serta materi religius lainnya,” tambahnya.

Sedangkan Tina, ibu dari salah satu santri pesantren kilat mengungkapkan rasa senang dan berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Warga sangat antusias terhadap kegiatan Pesantren Kilat ini dimana anggota satgas juga ikut memberikan pelajaran tentang akhlak dan moral didalamnya, bahkan anak-anak semakin semangat dikarenakan banyak juga dari mereka yang bercita-cita ingin menjadi Om TNI,” tutupnya. ferry/dispenad

Tinggalkan Balasan