Metro  

10 Ribu Ojol Serbu ISDC Serpong, Kakorlantas Wibowo: Jadilah Pelopor Keselamatan di Jalan

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo,, Foto:ist

Tangerang Selatan,Topikonline.co.id – Sebanyak 10 ribu pengemudi ojek online (ojol) se-Jabodetabek memadati Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (27/8/2026). Mereka tak sekadar datang untuk meramaikan acara, tetapi juga mendapat bekal keselamatan berkendara yang menjadi bagian penting dari aktivitas mereka sehari-hari di jalan raya.

Antusiasme para pengemudi ojol terlihat sejak rangkaian Gebyar Keselamatan Lalu Lintas dimulai. Kegiatan yang digelar Korlantas Polri tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo hadir langsung bersama jajaran pejabat utama Korlantas Polri.

Berbagai agenda dikemas dalam kegiatan tersebut, mulai dari edukasi keselamatan berlalu lintas, pelatihan safety riding, lomba berkendara aman, layanan SIM keliling, hingga hiburan musik.

Namun, aspek keselamatan menjadi pesan utama yang ditekankan kepada ribuan pengemudi ojol. Sebagai kelompok yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, mereka dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Dalam sesi pelatihan safety riding, para pengemudi tampak serius menyimak materi sekaligus mempraktikkan teknik berkendara yang aman.

Salah satu materi yang diberikan yakni Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Materi ini dirancang agar pengemudi ojol memiliki kemampuan dasar memberikan pertolongan ketika menemukan korban kecelakaan lalu lintas.

Edukasi juga mencakup penggunaan perlengkapan keselamatan, perilaku berkendara yang aman, serta pentingnya kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Di hadapan para pengemudi ojol, Kakorlantas Wibowo menegaskan bahwa posisi mereka kini jauh lebih besar daripada sekadar penyedia jasa transportasi.

“Peran pengemudi ojol hari ini tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, juga sebagai wajah ke depan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” kata Irjen Pol. Wibowo.

Karena itu, ia mendorong para pengemudi ojol menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya. Disiplin, etika berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas mereka.

“Oleh karena itu, saya selalu mendorong agar seluruh rekan-rekan pengemudi ojol dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, menjadi contoh dalam disiplin, etika berkendara, serta kepatuhan terhadap seluruh aturan lalu lintas,” ujarnya.

Menurut Wibowo, penguatan kemitraan antara kepolisian dan komunitas pengemudi ojol juga sejalan dengan program Polantas KARIB.

Program tersebut mengedepankan pendekatan kepolisian yang aktif, responsif, intuitif, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Semangat kemitraan ini sangat sejalan dengan program Polantas KARIB. Polantas yang ingin selalu membangun kemitraan: aktif, responsif, intuitif, dan juga berintegritas dalam melayani masyarakat,” katanya.

Ia meminta momentum Gebyar Keselamatan Lalu Lintas tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, keselamatan harus dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap pengguna jalan.

“Melalui kegiatan-kegiatan keselamatan lalu lintas ini, mari sama-sama kita jadikan momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Mari kita mulai dari hal-hal yang sederhana dan hal yang paling penting, dengan tidak pernah menganggap remeh aspek keselamatan,” tutur Irjen Pol. Wibowo.

Pesan itu kemudian dipertegas dengan filosofi sederhana: tujuan utama berkendara bukan sekadar tiba dengan cepat, melainkan tiba dalam kondisi selamat.

“Perjalanan yang baik bukanlah perjalanan yang cepat sampai ke rumah, tetapi perjalanan yang membawa kita sampai ke tempat tujuan dengan selamat,” katanya.

Selain edukasi dan pelatihan, Korlantas Polri turut menghadirkan layanan SIM keliling. Sejumlah pengemudi ojol terlihat memanfaatkan layanan tersebut untuk melakukan proses perpanjangan SIM tanpa harus meninggalkan lokasi kegiatan.

Suasana semakin semarak dengan penampilan Cakra Band. Ribuan pengemudi ojol menikmati hiburan setelah mengikuti berbagai agenda keselamatan.

Perpaduan edukasi, pelayanan publik dan hiburan tersebut menjadi cara Korlantas Polri membangun kedekatan dengan komunitas ojol sekaligus menanamkan pesan bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi kebutuhan bersama.

Dengan mobilitas tinggi dan intensitas interaksi yang besar dengan pengguna jalan, para pengemudi ojol diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan budaya berkendara yang aman, tertib dan beretika di tengah masyarakat.