10 Napi Risiko Tinggi Lapas Cilegon Dipindah ke Nusakambangan, Langkah Tegas Perkuat Keamanan Pemasyarakatan

Para Napi yang beresiko tinggi di pindah ke Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Nusakambangan.foto:ist

Cilegon,Topikonline.co.id — Sebanyak 10 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kategori risiko tinggi dari Lapas Kelas IIA Cilegon dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Nusakambangan, Minggu (17/5/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan keamanan dan penataan sistem pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Pemindahan dilakukan secara ketat dengan pengawalan berlapis sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta melibatkan koordinasi dengan aparat terkait guna memastikan proses berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan.

Kebijakan itu sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa jajaran pemasyarakatan tidak memberi ruang terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu stabilitas di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah menegaskan, pemindahan warga binaan berisiko tinggi merupakan langkah strategis dalam menciptakan kondisi lapas yang kondusif sekaligus memastikan pola pembinaan berjalan sesuai klasifikasi risiko masing-masing narapidana.

“Pemindahan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan yang lebih optimal sesuai tingkat risiko warga binaan,” ujarnya.

Menurutnya, penempatan WBP pada lapas dengan tingkat pengamanan yang sesuai menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan modern yang mengedepankan keamanan, pengendalian, serta pembinaan berkelanjutan.

Selain memperkuat aspek keamanan, langkah tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan proses pembinaan secara terukur terhadap warga binaan dengan kategori risiko tinggi. Dengan pola pengawasan maksimal, diharapkan potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran di dalam lapas dapat ditekan secara efektif.

Jajaran Lapas Kelas IIA Cilegon, lanjut Raja Muhammad Ismael, akan terus meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, memperkuat pengawasan internal, serta membangun integritas petugas pemasyarakatan demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.

Pemindahan napi risiko tinggi ke Nusakambangan juga menjadi bagian dari upaya nasional Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperketat pengendalian terhadap warga binaan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, baik dari sisi keamanan maupun pengaruh di dalam lapas.