Punya Catatan “Cacat” di Eselon III, Kakanwil BPN Gorontalo Erry JP Pernah Diusulkan Nonjob

Kakanwil BPN Provinsi Gorontalo, Erry Juliani Pasoreh.

Jakarta – Kakanwil BPN Provinsi Gorontalo, Erry Juliani Pasoreh diduga kuat meninggalkan catatan “cacat” saat masih berada di level eselon III. Catatan “cacat” dimaksud itu terkait dengan penerbitan SHGB Nomor 427/Gudang seluas 6.354 m2 atas nama Ong Chai Huat pada 3 November 2017 saat dirinya menjabat Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kota Bogor.

SHGB itu sendiri pada akhirnya digugurkan melalui SK Menag ATR/Ka. BPN Nomor 6/Pct/KEM-ATR-BPN/VII/2019 tanggal 15 Juli 2019. Pun begitu, wanita yang karib disapa Erry JP ini tetap aman di posisinya hingga kemudian dimutasi menjadi Kakantah Kota Depok dan akhirnya naik eselon menjadi Kakanwil BPN Provinsi Gorontalo.

“Yang saya tau ceritanya dulu Erry JP sudah diusulkan nonjob sama Ibu Nini dari Inspektorat. Tapi usulan tersebut tak ditanggapi para petinggi BPN,” kata salah seorang mantan pejabat eselon II BPN yang minta identitasnya dirahasiakan dan kini juga sudah purnatugas di BPN kepada topikonline.co.id di Jakarta, Kamis, (24/3).

Dituturkan, Ibu Nini yang mengusulkan Erry JP dinonjobkan saat itu berstatus staf ahli dari Kejaksaan Agung yang dipebantukan ke Inspektorat Kementerian ATR/BPN. Namun usulan itu kandas karena diam-diam Erry JP menemui Erna Mochtar Abubakar yang kala itu menjabat sebagai Irjen Kementerian ATR/BPN.

“Saya tau itu karena saya saat itu juga bertugas di inspektorat. Setelah Erry JP bertemu Ibu Erna semuanya jadi aman dan dia tetap menjabat Kakantah Kota Bogor sampai 4 tahun lebih sebelum dimutasi jadi Kakantah Depok,” paparnya.

Diceritakannya juga, catatan “cacat” Erry JP menerbitkan SHGB Nomor 427/Gudang seluas 6.354 m2 atas nama Ong Chai Huat adalah kesempatan proses kali keempat. Tiga kesempatan sebelumnya tak gol di meja tiga kepala kantor sebelum Erry JP. Ketiga kepala kantor yang menolak penerbitan SHGB itu adalah AB, SM dan YL.

“Ketiganya punya integritas tinggi atas jabatannya. Jadinya menolak. Ga seperti Erry JP yang memutuskan menerbitkan karena pertimbangan derasnya guyuran rupiah yang didapat,” cetusnya.

Berkaca dari catatan tersebut, lanjutnya lagi, semestinya Erry JP tak mendapatkan promosi naik eselon menjadi Kakanwil BPN. Namun penilaian tersebut seperti diketahui bisa seketika pupus karena subyektivitas pimpinan kepadanya.

“Pintar ngerayu dan mudah support dana jadi kunci utama. Apalagi kalau pelakunya wanita dan punya rupa good looking. Alamak, bukan hal sulit itu di lingkup kerja PNS,” ujarnya sembari tertawa. bem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.