Ekbis  

PT Mecosin Luncurkan Herbatusauda Suplemen Kesehatan Herbal, Solusi Dalam Memelihara Kesehatan

Jakarta, topikonline.co.id – Di Indonesia terdapat 1.200 jenis tanaman obat, dimana 90%-nya Berkhasiat jamu, sampai saat ini ada kurang lebih 11.000 jamu yang terdaftar secara resmi di Badan POM RI. Dan sebanyak 49.5% penduduk Indonesia masih mengkonsumsi obat tradisional sebagai alternatif pengobatan dengan obat-obat kimia.

Pertengahan tahun lalu Kemenkes melalui Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan meminta masyarakat untuk mengonsumsi imunomodulator yang berasal dari tanaman-tanaman obat asli Indonesia. Semakin banyak obat modern asli Indonesia (OMAI) jenis fitofarmaka (obat herbal yang sudah terbukti secara uji klinis) dicari masyarakat, maka diharapkan suatu saat nanti Indonesia tidak akan lagi bergantung pada obat-obatan berbahan baku impor. Hal senada di ungkapkan Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisonal, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM mengatakan, sejak Covid-19 mulai menyebar di Indonesia tahun lalu, permintaan OMAI fitofarmaka imunomodulator meningkat signifikan seperti di kutip dari kompas.com.

Sejalan dengan itu praktisi kesehatan dr. Haekal Anshari, M. Biomed., (AAM) mengatakan bahwa di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 20 produk fitofarmaka yang berbahan dasar alam baik itu dari tumbuhan dan hewan.
“Masyarakat Indonesia hampir 50% mengkonsumsi obat tradisional sebagai alternatif pengobatan maupun suplemen tradisional. Kombinasi tanaman herbal Indonesia seperti jahe merah, meniran dan temulawak di tambah habbatussauda atau jinten hitam dipercaya dapat menambah daya tahan tubuh secara maksimal apabila diracik dengan komposisi yang tepat,” kata Haekal.

Product Manager PT Mecosin, Amir Kemal Siddiq mengatakan bahwa PT Mecosin baru saja meluncurkan produk Herbal dengan kandungan Habatusauda dan Herbal asli Indonesia.
“Kami baru saja meluncurkan produk baru dengan nama Herbatusauda dengan kandungan Habatusauda, Jahe Merah, Meniran, dan Temulawak dalam bentuk sediaan kaplet, jadi di dalam satu dus berisi 30 kaplet, dimana tujuan kami adalah mendukung keberkahan dan turut serta menjaga kesehatan ummat,” ujar Kemal dalam penjelasannya, kepada awak media, di Jakarta, Minggu (30/1/22).

Masih menurut Kemal, herbatusauda dengan kandungan antioksidan dalam habbatussauda dan kombinasinya dengan jahe merah, temulawak, dan meniran bermanfaat untuk memelihara daya tahan tubuh.
“Kami melakukan penelitian selama 2 tahun untuk mengemas ke-empat tumbuhan tradisional itu hingga dapat disebut sebagai obat jenis fitofarmaka yang terbukti secara medis dapat menangkal efek radikal bebas pemicu beragam penyakit, seperti kanker dan penyakit degenerative (stroke, panyakit jantung, panyakit paru akibat merokok, radang yang mengakibatkan nyeri sendi) juga sebagai terapi pemeliharaan,” lanjutnya.

Ditempat yang sama, Direktur Operasional PT Mecosin Budi Hermawan mengatakan produk ini sudah di pasarkan ke seluruh Indonesia, mulai dari Sumatra sampai Papua.
“Pada awal tahun ini. Herbatusauda sudah tersedia di apotek, toko obat, swalayan hingga toko kelontong dan e-commerce. Dan karena produk ini termasuk dalam produk suplemen maka tidak ada batasan distribusi hanya pada tempat-tempat tertentu,” pungkas Budi. [Adang]

Tinggalkan Balasan