Ekbis  

Polsek Kembangan Ungkap Kasus Obat Ilegal Tipe G Senilai Rp220 Juta

Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono menunjukkan barang bukti obat-obatan ilegal tipe G yang ditemukan di kamar Apartemen Park View, Srengseng, Jakarta Barat.

Jakarta – Aparat gabungan unit narkoba Polsek Kembangan dan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus obat terlarang senilai lebih dari Rp220 juta.

Pengungkapan dilakukan setelah tim gabungan berhasil membongkar kamar yang digunakan sebagai gudang di Apartemen Park View Tower A lantai 23, Srengseng, Kembangan Jakarta Barat.

Dalam gudang tersebut didapati obat daftar G sebanyak 112.060 butir.

Kamar di lantai 23 Apartemen Park View, Srenseng, Jakarta Barat, yang dipakai sebagai gudang penyimpanan obat-obatan ilegal tipe G.

Rinciannya adalah 97.000 butir thiamine hcl 50 mg dengan total nilai Rp194 juta (harga jual Rp10.000 per 5 butir), 12.000 butir merci hexymer beromset Rp7,2 juta (harga jual Rp600 ribu/ 1.000 butir) serta 700 butir mersi merlopam senilai Rp5,6 juta (harga jual Rp80 ribu/ 1 strip).

Ditemukan juga 960 butir frixitas alprazolam senilai Rp8,7 juta (harga jual Rp90 ribu/ 1 strip), dan 1.400 butir tramadol hcl senilai Rp14 juta (harga jual Rp10.000 per butir).

Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono yang didampingi Kasat Narkoba Polres Metro Jakbar, AKBP Erick Frendriz menerangkan, penemuan gudang di Apartemen Park View merupakan pengembangan dari penangkapan dua tersangka pengedar narkoba di sekolah yakni DL dan CP pada Kamis (10/1) lalu.

“Dari hasil pemeriksaaan kedua tersangka yang merupakan kakak adik itu kami langsung bertindak cepat melakukan pengembangan. Dan hasilnya kami temukan kamar apartemen yang dijadikan gudang obat-obatan ilegal tipe G,” jelas Joko di Apartemen Park View, Srengseng  Jakarta Barat, Rabu (16/1).

Kanit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Dimitri Mahendra, turut menambahkan, kamar apartemen yang dijadikan gudang itu merupakan milik LK, seorang tersangka daftar pencarian orang (DPO) dari jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas.

“Tersangka LK berhasil melarikan diri sesaat sebelum petugas melakukan penggerebekan,” ujar Dimitri.

“Tapi tinggal tunggu waktu saja. Kami terus buru tersangka sampai tertangkap,” Dimitri menambahkan. bem

Tinggalkan Balasan