Polsek Kembangan Bina Rohani Enam Anak Pelaku Pencurian yang Bawa Sajam

Jajaran Polsek Kembangan melakukan pembinaan rohani terhadap enam anak pelaku pencurian yang membawa senjata tajam dan kedapatan dalam pengaruh obat keras jenis tramadol.

Jakarta – Jajaran Polsek Kembangan melakukan pembinaan rohani terhadap enam  anak yang diamankan lantaran mencuri, membawa senjata tajam (sajam) dan terbukti  menggunakan obat keras jenis tramadol.

Pendekatan humanis dilakukan dengan melakukan shalat  Maghrib dan Isya berjamaah di Mushalla Polsek Kembangan. Selain shalat berjamaah, juga diberikan siraman rohani oleh Ustad Kaharuddin Dopu

Sebelum pelaksanaan pembinaan, keenam anak tersebut juga diberikan pakaian, sarung dan kopiah.

“Untuk pembinaan mental dan rohani selanjutnya, anak-anak tersebut akan melaksanakan sholat Subuh berjamaah,” kata Kompol Joko di Mapolsek Kembangan, Sabtu (26/1).

“Setelah itu mereka akan dikembalikan kepada orangtuanya dengan mengundang pihak sekolah (guru) dan Ketua RT,” sambungnya.

BACA JUGA:

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan, Iptu Dimitri Mahendra menambahkan, keenam anak yang diberikan pembinaan rohani ini diamankan karena melakukan pencurian  dan kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.

“Mereka kita amankan di Jalan Sawo, Kebon Kelapa  Kembangan Utara, pada Jumat 25 Januari 2019 pagi,” ujarDimitri.

Dari pengamanan tersebut, juga turut disita barang bukti berupa sepotong sweater, celana jeans dan sepasang sepatu wariors, dua  potong celana dan sandal warna hitam, dua potong sweater warna hitam, sebilah celurit bergagang karet warna hitam, dan satu unit sepeda warna hitam

Keenam anak yang diamankan ini adalah PA (14), IR (14), MY (14 ), MR (13 ), FR (13), dan AS (12). Mereka berhasil ditangkap berkat laporan warga yang melihat salah seorang di antara mereka akan melakukan aksi pencurian saat memanjat pagar rumah warga.

“Setelah dilakukan pengembangan, diketahui mereka sebelumnya sudah melakukan aksi pencurian pakaian dan sepatu serta mengambil sepeda. Barang bukti sepeda hasil curian disimpan di rumah salah seorang dari mereka,” jelas Dimitri.

Pembinaan rohani terhadap enam enak pelaku pencurian dan membawa senjata tajam di Mushalla Polsek Kembangan.

Dikatakannya juga, berdasarkan hasil interogasi akhirnya diketahui mereka berani melakukan aksi seperti itu karena pengaruh obat jenis tramadol yang dikonsumsi.

“Mengingat pelaku masih di bawah umur, kami tak bisa pidanakan mereka berdasarkan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak,” kata Dimitri.

“Oleh karena itu kita lakukan pendekatan humanis dengan memberikan pembinaan rohani dan mengimbau mereka agar tidak mengulanginya lagi. Kita juga melibatkan tokoh agama, pihak sekolah, orangtua, dan ketua RT,” tandasnya. bem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *