Jakarta – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat membongkar sindikat penyedia jasa ‘live show’ mesum pada Minggu (3/2).
Sindikat ini juga diduga menjadi penyedia jasa prostitusi online dengan omzet ratusan juta rupiah.
Sebanyak lima tersangka berinisial SH, ZJ, WN, HAM, RM ikut diciduk dalam pengungkapan ini.
Turut juga diamankan sebagai barang bukti empat unit telepon seluler, lima buah akun grup Line, empat buah akun official Line, 30 lembar capture group Line, tiga unit CPU, tiga unit laptop, serta satu set perangkat LAN dan WIFI.
BACA JUGA:
- Bina Silaturahmi, Kasat Binmas Polrestro Jakbar Kunjungi Rumah Pemuka Agama
- Kanit Binpolmas Polrestro Jakbar Bimbing Warga RW 05 Kedoya Utara Tangkal Gangguan Kamtibmas
- TPP Polrestro Jakbar Bubarkan Gerombolan Pemuda di Angke dan Taman Aries
Pengungkapan kasus berawal dari penemuan patroli Cyber Crime Unit Krimsus Satreskrim Polres Jakarta Barat.
Dalam penemuan tersebut, diketahui bisnis ‘live show’ mesum yang dijalankan sangat terorganisir dan rapih melalui grup aplikasi pesan instant Line yang dinamai ‘SHOW TIME”.
“Anggota grup aplikasi tersebut bisa menikmati ‘live show’ mesum yang diperankan model perempuan atau model berpasangan yang sudah disiapkan admin grup,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan di Mapolrestro Jakarta Barat, Senin (4/4).
“Yang lebih bikin miris, ternyata di antara model live show itu ada anak di bawah umur yang masih tercatat sebagai pelajar SMA,” tambahnya.
Selain melayani ‘live show’ mesum, lanjut Hengki, anak di bawah umur yang jadi model itu juga bisa melayani permintaan prostistusi. Model pemesanan dilakukan secara online melalui perantara admin grup.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan peran admin grup juga seperti muncikari.
Admin grup bisa mengatur transaksi prostitusi online dan menyediakan perempuan yang dipesan anggota grup sekaligus menyiapkan lokasi transaksi.
“Praktik prostitusi online dengan kedok penyedia jasa ‘live show’ secara online terbilang modus baru dari praktik prostitusi online terselubung,” kata Edi.
Dijelaskannya lagi, berdasarkan penyidikan unit Cyber Krimsus Satreskrim Polres Jakarta Barat, anggota grup Line ‘SHOW TIME’ diketahui sudah mencapai 500 orang.
Dalam teknisnya, ada anggota yang membayar paket jasa layanan ‘live show’ mesum sebesar Rp1 juta, dan ada yang lebih, tergantung paket layanan yang diminta anggota grup dan yang disediakan admin grup.
“Admin grup ‘SHOW TIME’ memasang tarif mulai dari Rp500,000 ke atas, tergantung dari paket layanan yang diberikan admin,” tandasnya. bem












