Jakarta – Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Ady Wibowo bersama jajarannya mengadakan video conference dengan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di Rupatama Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (7/2) pagi.
Pelaksanaan kegiatan ini untuk memantau pelaksanaan Milineal Road Safety Festival 2019 sekaligus membahas hasil survei terhadap Polri yang diterbitkan Mark Plus Inc.
Dalam arahannya melalui video conference, Kapolri meminta bidang humas agar meningkatkan kreativitas media untuk membuat meme kegiatan yang positif.
Selain itu, Kapolri juga menekankan jajaran Polri agar sensitif terhadap trending topic yang berkembang dan segera ditangani.
“Tujuan dari kegiatan ini agar Polri bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Kapolri.
“Hasil survei Mark Plus Inc yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat sebesar 80% terhadap kinerja dan pelayanan Bhabinkamtibmas harus dipertahankan dan ditingkatkan,” Kapolri menambahkan.
Diingatkan juga oleh Kapolri, seluruh jajaran Polri agar memperbaiki kinerja dan membudayakan kultur cegah korupsi.
Lainnya lagi, Kapolri juga menekankan program evaluasi pembinaan personel untuk mendongkrak yang baik dan memperbaiki yang buruk.
“Lakukan juga mobilisasi massa yang berbeda dalam bentuk hiburan untuk mendinginkan suasana,” ujar Kapolri.
Lebih lanjut Kapolri juga berpesan agar ditampillan baliho Joko Widodo sebagai presiden dan penanggungjawab tanpa embel-embel logo Polri di kegiatan Milineal Road Safety Festival 2019.
“Juga buat videotron serta testimoni Forkopimda, Toga, Tomas dan terakhir pesan keselamatan dari Presiden RI, Joko Widodo,” ia mengingatkan.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Edy Wibowo dalam arahannya menginstruksikan seluruh jajaran agar segera mengelola permasalahan dengan baik.
Ia juga mengingatkan kegiatan Road Safety Festival merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada rakyatnya.
“Jalin kedekatan dan rangkul masyarakat secara masif serta kelola dengan baik kamtibmas,” ujar Ady.
“Pertahankan juga semua hal baik, terutama yang menyangkut pelayanan publik,” tandas perwira yang menamatkan pendidikan Akpol-nya tahun 1995. bem












