Menko PMK Membuka Adexco 2025: Dari “Kita Tangguh” Menuju Kolaborasi Global Hadapi Bencana

Topikonline.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pusat inovasi global dalam menghadapi risiko bencana. Hal itu ia sampaikan saat membuka Asia Disaster Expo & Conference (Adexco) 2025 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (10/9/2025).

“Dunia saat ini menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks. Indonesia sebagai bangsa yang ditempa oleh berbagai bencana memiliki pengalaman dan ketangguhan yang harus dijadikan kekuatan bersama. Kita tidak hanya berbicara teknologi, tetapi juga manusia yang tangguh,” ujar Pratikno.

Ia menyoroti berbagai peristiwa besar yang pernah mengguncang tanah air, mulai dari tsunami Aceh 2004, gempa Lombok, Palu, dan Donggala pada 2018, banjir Jakarta 2020, kebakaran hutan, hingga erupsi gunung berapi yang masih berlangsung hingga kini. Menurutnya, deretan pengalaman tersebut membuat Indonesia memiliki daya tahan unik sekaligus data terlengkap terkait manajemen bencana.

“Indonesia berada di Cincin Api Dunia. Ini bukan kutukan, melainkan berkah. Kita punya masyarakat yang sudah terbiasa, bahkan luar biasa dalam menghadapi bencana. Di tengah penderitaan, mereka tetap tersenyum, bergotong royong, dan bangkit bersama,” tambahnya.

Pratikno menekankan pentingnya membangun budaya tangguh secara menyeluruh: mulai dari infrastruktur, teknologi, sistem peringatan dini, hingga kesiapan masyarakat. Ia menyebut konsep “Kita Tangguh” harus diwujudkan sebagai identitas bangsa.

“Kita tangguh infrastrukturnya, tangguh teknologinya, tangguh evakuasinya, dan yang paling penting, tangguh manusianya. Itulah budaya yang harus kita bangun bersama,” tegasnya.

Adexco ke-4 ini diikuti oleh perwakilan dari 11 negara dan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Forum internasional tersebut tidak hanya menghadirkan pameran inovasi kebencanaan, tetapi juga konferensi dengan tema utama “Menutup Kesenjangan Pembiayaan, Memperkuat Ketahanan Lokal dan Kawasan, serta Mendorong Kemajuan Teknologi untuk Keberlanjutan.”

Pratikno mengajak negara sahabat, industri, lembaga riset, dan komunitas kebencanaan untuk memperkuat kolaborasi. “Adexco bukan sekadar tempat transaksi bisnis, tapi harus menjadi wadah kolaborasi riset, investasi teknologi, dan pengembangan solusi bersama demi keselamatan umat manusia,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafi’i, Duta Besar Swiss Olivier Zehnder, serta perwakilan dari Australia, Prancis, dan Tiongkok.

Sejak pertama kali digelar pada 2022, Adexco telah berkembang menjadi salah satu ajang penting di kawasan untuk memperkuat kapasitas bangsa menghadapi bencana, mendorong lahirnya teknologi kebencanaan karya anak negeri, sekaligus membangun jejaring internasional. (Iwan)