Metro  

Mengenali Motto Ikhlas dan Jalani Seorang AKBP Iman Imanuddin dalam Tugasnya

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin.

Bogor – Khulafaur Rasyidin terakhir, Ali bin Abi Thalib pernah memberikan pesan filosofi hidup ke umat Islam di masa kekhalifahannya. Dia berkata, “Jalanilah kehidupan di dunia ini tanpa membiarkan dunia hidup di dalam dirimu. Karena ketika perahu berada di atas air, ia mampu berlayar dengan sempurna. Tetapi ketika air masuk ke dalamnya, perahu itu tenggelam”.

Filosofi ini bermakna kuat tentang keikhlasan melakoni hidup. Jalani kehidupan apa adanya mengikuti kehendak Tuhan dan jangan biarkan kepentingan pribadi merasuk dalam agar tak karam tenggelam oleh duniawi.

Dalamnya makna yang menyentuh ini, mungkin, jadi salah satu sandaran bagi AKBP Iman Imanuddin mematri motto hidupnya. Iman yang saat ini menjabat Kapolres Bogor sangat dikenal lekat dengan motto diri; ikhlas dan jalani. Di mana pun ditugaskan, dia akan berusaha jalani sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.

Termasuk juga saat ini. Sejak 17 Desember 2021, Iman Imanuddin yang sekarang mengemban pangkat dua melati di pundak mendapat amanah penugasan memimpin Polres Bogor. Satu penugasan yang sebelumnya tak pernah dia bayangkan, pastinya. Dan kata Alhamdulillah pun jadi kalimat awal hatinya saat tahu kabar ini.

Betapa tidak. Menjadi pimpinan di Kepolisian Resort Bogor yang menaungi wilayah seluas 2.986,20 km2 bukanlah hal yang mudah. Ada 40 kecamatan di dalamnya dan dijaga oleh 32 Polsek. Jauh beda dengan Polres Tangerang Selatan yang dia pimpin sebelum pindah ke Bogor.

Polres Tangerang Selatan yang dipimpin AKBP Iman ketika itu hanya menaungi wilayah seluas 321,11 km2. Ada 12 kecamatan di dalamnya dan sembilan Polsek yang menjaga situasi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah.

Perbedaan yang besar ini, sah-sah saja jika dipahami sebagai peningkatan kepercayaan pimpinan Polri terhadap dirinya. Selama bertugas, pimpinan pasti melihat dan menilai secara obyektif hasil kerja yang dibuat Iman.

Sampai akhirnya pada satu tahap keputusan, pimpinan pun sepakat memberi kepercayaan penuh kepada Iman untuk memimpin Polres yang tingkat persoalannya lebih kompleks dan wilayahnya juga lebih besar.

Zonasi

Saat belum genap setahun menjabat, AKBP Iman Imanuddin pernah diwawancara secara khusus di podcast Bincang Bogordaily yang dipandu host Salma Calla.

Dia ketika itu ditanyakan sejumlah perihal tentang kiat dan strateginya memimpin Polres Bogor agar bisa lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya adalah tentang skema koordinasi kerja menjaga Kamtibmas wilayah Kabupaten Bogor yang cukup luas.

“Kami membuat sistem zonasi untuk skema kerjanya. Misalnya polsek lain yang berdekatan bisa saling mem-back up,” ujar pria berzodiak Taurus ini.

“Contohnya seperti Polsek Cijeruk yang membawahi dua wilayah kecamatan yakni Cijeruk dan Cigombong,” dia menyambung.

Lainnya lagi, lanjut Iman, jajarannya juga sudah terencana dan terjadwal melakukan tindakan preventif patroli skala besar gabungan dengan Satpol PP dan Kodim. Kegiatan rutin ini juga dilakukan seluruh jajaran di tingkat Polsek sebagai upaya pencegahan gangguan Kamtibmas.

“Kami maping wilayah yang rawan jadi tempat nongkrong anak muda untuk kemudian kami bubarkan. Kami patroli sampai Subuh untuk pencegahan,” kata suami dari Kurnia Purnawati ini dengan gamblang.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin.

Lainnya lagi, terus Iman, upaya pre-entif juga dilakukan dengan memberdayakan optimal 435 aparat Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Mereka diinstruksikan agar sangat aktif melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat.

Para anggota Bhabinkamtibmas juga diminta terus memberikan imbauan ke orang tua dan masyarakat agar bekerja sama untuk menekan potensi kasus kenakalan remaja.

“Bhabinkamtibmas kami terus bersosialisasi dan mengajak, baik kepada orangtua dan masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap situasi lingkungannya dan kondisi remaja. Sama-sama yuk, kita arahkan ke yang lebih positif,” urainya.

Selain sosialisasi dan imbauan, upaya pre-entif pencegahan juga turut digelorakan dengan mengaktifkan pos kamling serta patroli bersama Bhabinkamtibmas dan warga saat siskamling. AKBP Iman sendiri sebagai Kapolres pernah beberapa kali ikut turun langsung melakukan siskamling bersama. Wew.

Galak dan Tegas

Setelah membahas tindakan re-entif dan preventif, kini saatnya buat mengulas tindakan represif. Jujur saja, Polres Bogor di kepemimpinan AKBP Iman Imanuddin itu terkenal sangat galak dan tegas terhadap pelaku tindak pidana. Seperti kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) misalnya, sudah ratusan pelaku yang ditangkap. Terkini adalah hasil operasi Jaran dari 22 Februari hingga 3 Maret 2023, di mana Polres Bogor membekuk 39 orang pelaku.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat menggelar konferensi Pers kasus pembunuhan di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Jumat (24/3/23).

Beralih ke tindak pidana narkoba, kegalakan aparat Polres Bogor terhadap pelaku pidana dibuktikan saat operasi Ketupat Lodaya 2023. Satuan Narkoba Polres Bogor, ketika itu berhasil mengamankan 5 kilogram narkotika jenis sabu dan 5 ribu ekstasi siap edar. Jika dikalkulasikan ke rupiah, hasil tangkapan tersebut bernilai sekitar Rp10 miliar.

“Kami berhasil menyelamatkan lebih kurang 32.000 jiwa dari hasil tangkapan tersebut. Dan kami juga pastikan terus melakukan pengembangan terhadap jaringan peredaran narkotika lainnya di wilayah Kabupaten Bogor,” seru perwira menengah jebolan Batalyon Wicaksana Laghawa Akpol 2002 dan SMU Taruna Nusantara 1998 ini.

AKBP Iman Imanuddin saat masih menjadi taruna Batalyon Wicaksana Laghawa Akpol 2002.

Selain tindakan represif, Iman melanjutkan, untuk mengikis kasus narkoba pihaknya juga rutin melakukan kegiatan preventif agar berimbang. Upaya preventif dikemas dengan cara melakukan razia dadakan ke tempat hiburan malam (THM). Yang terbaru, saat razia dadakan ke THM di Cileungsi pada pekan terakhir Mei 2023, satu orang diduga pakai narkoba diamankan karena tes urinenya positif.

1 Hari 1 Kebaikan

Sejatinya, yang tertulis ini cuma contoh kecil dari banyaknya bukti hasil kerja yang dibuat AKBP Iman Imanuddin sebagai Kapolres Bogor. Ini juga belum termasuk gelora gerakan minimal 1 hari 1 kebaikan yang diserukan Iman ke seluruh anggotanya.

“Semua anggota Polres Bogor setiap satu hari melakukan minimal 1 hari kebaikan. Kebaikan itu tidak harus memberi, banyak hal yang bisa dilakukan,” kata pria asal Majalengka yang menyelesaikan pendidikan S-2 di Universitas Padjajaran dan pendidikan S-3 di Universitas Islam Bandung.

“Misalnya, mengingatkan pemilik motor untuk menyimpan di tempat aman. Ada yang menyeberang dan butuh bantuan kita seberangkan. Itu juga termasuk kebaikan dan simple. Harus selalu digelorakan.”

“Dan itu semua harus dilakukan dengan ikhlas, tuntas, cerdas agar masyarakat di Kabupaten Bogor merasa nyaman dan aman,” tutupnya. Bembo

Tinggalkan Balasan