Bekasi,Topikonline.co.id – Lapas Kelas IIA Bekasi membuka akses bagi insan pers untuk meninjau langsung pelayanan dan pembinaan warga binaan, Selasa (13/10/2026).
Dipimpin Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, rombongan meninjau berbagai program, mulai dari Dapur Sehat SHAKTI, perkebunan melon, produksi tempe, kegiatan melukis, hingga peternakan ayam petelur yang diklaim menghasilkan sekitar 1.600 butir telur per hari.
Kepala Lapas Bekasi, Dedy Cahyadi, juga memperkenalkan Jawara Smart, platform digital untuk mengakses informasi koperasi, harga barang, layanan kunjungan, hingga pengurusan Pembebasan Bersyarat (PB).
Lapas Bekasi saat ini menampung sekitar 1.600 warga binaan dari kapasitas 1.800 orang dengan dukungan 130 pegawai.
“Kami mengakui masih banyak kekurangan. Namun, kami terus berbenah. Silakan kritik dan awasi kami, terutama untuk hal-hal yang membangun,” ujar Dedy.
Ade Muksin menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum menarik kesimpulan, terutama terkait pemberitaan yang beredar di media sosial.
“Jangan menjustifikasi tanpa memverifikasi. Wartawan harus datang, melihat fakta, dan memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat jelas serta berimbang,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi momentum untuk menguji keterbukaan Lapas Bekasi. Transparansi tidak cukup ditunjukkan melalui fasilitas dan inovasi, tetapi harus dibuktikan dengan pelayanan konsisten, pengawasan terbuka, dan kesediaan memperbaiki kekurangan.












