Surabaya,Topikonline.co.id — Modus penyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan kembali terbongkar. Kali ini, petugas Lapas Kelas I Surabaya menggagalkan upaya memasukkan barang yang diduga narkotika seberat 17,11 gram dengan cara disembunyikan di dalam ayam goreng.
Pengungkapan tersebut terjadi saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dibawa seorang pengunjung untuk warga binaan pada Selasa (6/10/2026).
Modusnya terbilang tak biasa. Barang yang diduga narkotika ditemukan setelah petugas melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap ayam goreng yang dibawa masuk ke lingkungan lapas.
Perwakilan Kalapas Kelas I Surabaya mengatakan, pengungkapan ini menjadi keberhasilan ke-11 kalinya bagi jajarannya dalam menggagalkan upaya penyelundupan yang diduga narkotika ke dalam lapas.
“Pada Selasa, 6 Oktober 2026, Lapas Kelas I Surabaya kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan yang diduga narkotika dengan modus disembunyikan di dalam ayam goreng,” ujar petugas tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal dan interogasi terhadap pihak-pihak yang terkait, petugas menduga terdapat tiga warga binaan yang terindikasi terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut.
Petugas kemudian bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama jajaran Satresnarkoba Polresta Sidoarjo.
Dari hasil penimbangan, barang bukti yang diamankan terdiri dari empat paket dengan berat bruto atau berat kotor mencapai 17,11 gram.
“Berdasarkan hasil temuan tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan jajaran Satresnarkoba Polresta Sidoarjo untuk melaksanakan serah terima barang bukti, terduga pelaku, serta tiga warga binaan kami yang terindikasi terlibat,” jelasnya.
Selanjutnya, para terduga pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada Satresnarkoba Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekaligus pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagai modus terus digunakan untuk mencoba menembus ketatnya pengawasan di balik tembok lapas. Bahkan, makanan yang secara kasatmata terlihat biasa pun kini menjadi objek pemeriksaan serius petugas.
Pihak Lapas Kelas I Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan dan tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba di dalam lapas.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI dan Polri, khususnya Satresnarkoba Polresta Sidoarjo, atas sinergitas, dukungan, dan bantuannya kepada kami di Lapas Kelas I Surabaya dalam upaya perang terhadap narkoba,” katanya.
Dengan pengungkapan tersebut, Lapas Kelas I Surabaya kembali menunjukkan bahwa celah sekecil apa pun dalam upaya memasukkan narkoba akan terus diburu dan ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum.
Kini, pemeriksaan terhadap para terduga pelaku masih menjadi kewenangan Satresnarkoba Polresta Sidoarjo untuk memastikan asal-usul barang, motif penyelundupan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.












