Topikonline.co.id – Jakarta, 23 Agustus 2025 – Di tengah tekanan ekonomi global yang masih bergolak, Indonesia memilih bertahan dengan strategi berbeda: memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Fakta di lapangan menunjukkan, perekonomian RI masih kokoh. Kuartal II 2025 ekonomi tumbuh solid di angka 5,12% (yoy), sementara inflasi Juli terkendali di 2,37%. Dengan target pertumbuhan 5,2% sepanjang tahun ini, Pemerintah sadar mesin ekonomi terbesar justru ada di kantong rakyat kecil.
“Yang penting bukan hanya pertumbuhan angka di atas kertas, tapi ekonomi keluarga. Kalau keluarga aman, maka ekonomi nasional juga aman,” tegas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 yang digelar Sampoerna Retail Community (SRC) di Jakarta, Jumat (22/8).
KUR Jadi Senjata, Digitalisasi Jadi Kunci
Pemerintah terus memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar UMKM tak lagi terhambat permodalan. Di sisi lain, digitalisasi menjadi fokus utama. Data mencatat 88,7% penduduk sudah menggunakan layanan keuangan formal, membuka jalan bagi UMKM mengakses pembayaran digital dan transaksi lebih modern.
Airlangga bahkan menyebut SRC—yang kini menaungi lebih dari 250 ribu toko kelontong di seluruh Indonesia—sebagai bukti nyata transformasi UMKM dari sekadar penjaga ekonomi keluarga menjadi penopang utama ekonomi nasional.
Koalisi Raksasa untuk UMKM
Pemerintah juga menggandeng kekuatan BUMN dan swasta: Bank BRI, Telkom, Bulog, Pos Indonesia, hingga Pertamina Retail. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai distribusi, memperluas akses teknologi, dan menambah daya saing UMKM di pasar digital maupun konvensional.
“Ini bukti nyata Indonesia Incorporated. Pemerintah, pengusaha, UMKM, media—semua harus bergerak bersama menjaga resiliensi ekonomi. Dan KUR wajib lebih banyak diarahkan ke sektor produksi, bukan konsumtif,” tandas Airlangga.
UMKM, Penentu Arah Ekonomi 2025
Dengan jumlah lebih dari 50 juta pelaku usaha, UMKM tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Mereka bukan sekadar penyerap tenaga kerja, tapi juga mesin penggerak daya beli rakyat. Ketahanan ekonomi Indonesia tahun ini dipastikan tak hanya ditopang investasi besar, melainkan juga dari warung-warung kecil, toko kelontong, hingga usaha keluarga yang terus beradaptasi di era digital.
Pemerintah menegaskan, keberhasilan menjaga pertumbuhan di angka 5% bukan semata prestasi makroekonomi, melainkan hasil nyata dari ketahanan ekonomi rakyat kecil yang terus diperkuat. (Iwan)












