Henry Indraguna Apresiasi Sukses Penyelenggaraan IPU, Kartu As Indonesia Dipercaya Dunia

JAKARTA – Sukses penyelenggaraan Forum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 yang digelar di Nusa Dua Bali dan ditutup pada Kamis (24/3), menjadi kartu As atau senjata ampuh untuk mengembalikan kepercayaan dunia kepada Indonesia bahwa negeri ini telah cukup aman dari badai Pandemi Covid-19 dan keterpurukan ekonomi global.

Demikian pandangan dan pendapat Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Henry Indraguna merespon gelaran parlemen dunia yang baru usai, Minggu (20/3/2022).

“Apresiasi tinggi dan kenyamanan yang dirasakan para delegasi forum parlemen dunia ini dinilai menjadi barometer pelaksanaan event internasional lanjutan. Lebih dari 110 negara hadir dengan total delegasi sebanyak 1.000 orang itu menunjukkan kepercayaan dunia yang luar biasa kepada Indonesia,” ujar Henry Indraguna di sela-sela kegiatan “Nyadran” di dapil binaannya di Surakarta, Rabu (30/3/2022).

Henry Indraguna yang baru saja diangkat sebagai anggota Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI ini mengungkapkan bahwa Indonesia sebelumnya telah beberapa kali menjadi tuan rumah forum parlemen dunia, termasuk agenda IPU ini. Namun bedanya, dalam penyelenggaraan IPU ke-144 kali ini, Indonesia lebih banyak mendapat pujian dan delegasi.

Menurutnya, Indonesia telah diapresiasi dengan sangat baik dalam menyelenggarakan IPU ke-144. Secara jamak para delegasi menyatakan Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik, ramah, hangat, dan menganggap semua peserta saudara antarbenua sekalipun pandemi belum usai.

“Saya cermati para delegasi jamak menyatakan ‘this is really different’ kami bisa datang ke Indonesia di tengah-tengah pandemi. Tapi kami merasa nyaman dan aman sekali datang ke Indonesia karena memang sambutan tuan rumah hangat dan fleksibel,” ujar Henry, yang dikenal sebagai pengacara kondang dari firma hukum Henry Indraguna and Partner ini.

Para delegasi parlemen dunia pun menyatakan saat ini penyelenggaraan IPU telah naik kelas setelah melihat standar pelaksanaan oleh DPR RI dan menyebut Indonesia menjadi barometer baru pelaksanaan forum-forum IPU.

“Selain negara maju, negara-negara berkembang pun merasa bangga dengan Indonesia yang bisa menunjukkan kemampuan seserius ini menyelenggarakan event besar dunia. Di bilateral meeting, Thailand telah menyampaikan komitmennya akan kirim tim untuk mengetahui tahapan bagaimana Indonesia mempersiapkan IPU ke-144 dengan sukses. Mereka mengakui keprofesionalan Indonesia dan DPR RI tentu saja siap membantu untuk mensukseskan event besar di negeri Gajah Putih ini,” ucap Henry.

Henry menyebut negara di lingkup Asean, seperti Thailand bahkan telah menyatakan keinginannya mengirim tim untuk belajar dari Indonesia. Ini karena negara sahabat di Asean tersebut sebentar lagi juga akan menjadi tuan rumah pelaksanaan event internasional.

Tentu saja, lanjut Henry, fakta ini menjadi sebuah kehormatan dan kepercayaan kepada Parlemen Indonesia untuk siap menularkan pengalamannya kepada negara-negara sahabat.

Dikatakan Henry, kalau sudah begini, DPR RI ingin memberikan pesan dan kesan kepada dunia bahwa Indonesia mampu melaksanakan event internasional di saat pandemi Covid-19 belum reda. Terutama, untuk event-event bergengsi seperti IPU tersebut.

“DPR RI kita sudah tepat di jalur yang semestinya menunjukkan eksistensi Indonesia ke dunia, bahwa Merah Putih tetap bisa tegar, tangguh, dan berkibar sekalipun diterjang badai Covid. Dan mereka pun terlihat happy serta menganggap Indonesia merupakan negara yang ramah. Menjadi family state bagi tamu-tamunya tapi juga tidak mengabaikan disiplin protokol kesehatan. Pesan positif ini semoga menjadi influence dan trigger kepada dunia bahwa ini adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya karena mereka nyata ada di tengah-tengah kita,” tegas Henry, fungsionalis Pusat Partai Golkar ini.

Ketua PPK Kosgoro 1957 ini mengharapkan kesuksesan IPU akan menjadi barometer kesuksesan event-event internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia selanjutnya. Termasuk, sebentar lagi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan Parliamentary Speakers Summit negara-negara G20 (P20) sebagai bagian dari konsekuensi Indonesia menjadi Presidensi G20.

“IPU ke-144 kali ini menjadi tantangan DPR RI kita semakin profesional dan modern sebagai role model bagi parlemen dunia. Dari sisi pilar demokrasi peran legislator kita sudah sesuai dengan tiga fungsi utamanya yakni pembuat undang-undang, fungsi pengawas, dan fungsi bujeting sehingga check balances bagi bandul kekuasaan sudah sesuai dengan posisinya. Termasuk sinergi dan harmoni dengan eksekutif, DPR RI sudah sebangun dalam perspektif yang sama dalam penanganan krisis kesehatan yang berimbas kepada perekonomian nasional,” pungkas Henry. *fer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.