Tangerang,Topikonline.co.id– Saat banjir merendam permukiman dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka, kehadiran negara diuji. Di tengah situasi itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari memilih turun langsung ke lapangan, memastikan para korban banjir tidak dibiarkan berjuang sendirian di posko pengungsian, Jumat (23/1/2026).
Didampingi Ketua Bhayangkari Kamala Jauhari, Kapolres menyambangi satu per satu lokasi pengungsian. Ia tak sekadar datang, tetapi menyapa warga, berdialog dengan para orang tua, hingga menghibur anak-anak yang terdampak bencana. Di tengah genangan dan kelelahan, sentuhan kemanusiaan itu menjadi penguat bagi para pengungsi.
Di Masjid Al-Jihat, Perumahan Periuk Damai, Kapolres menyerahkan bantuan sembako sembari menanyakan kondisi kesehatan warga. Anak-anak yang semula murung tampak tersenyum saat Kapolres dan Bhayangkari hadir, memberi perhatian langsung tanpa sekat formalitas.
Kunjungan berlanjut ke Mushola Al-Amin, Kelurahan Petir, hingga Perumahan Pinang Griya Permai. Di lokasi terakhir, perhatian khusus diberikan kepada anak-anak korban banjir melalui dukungan moril dan trauma healing. Bantuan yang disalurkan pun menyentuh kebutuhan mendasar: susu, popok bayi, selimut, serta paket sembako.
“Kami ingin memastikan warga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Polri hadir untuk memberi rasa aman dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” tegas Kombes Jauhari.
Ia menegaskan, Polri akan terus berada di tengah masyarakat selama masa penanganan banjir berlangsung. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat agar kebutuhan para pengungsi—mulai dari logistik hingga layanan kesehatan—dapat terpenuhi secara cepat dan tepat.
Di saat bencana datang tanpa kompromi, kehadiran aparat di lapangan menjadi penanda penting: negara tidak boleh dan tidak boleh absen dari penderitaan warganya.
Di Tengah Banjir dan Pengungsian, Kapolres Tangerang Kota Turun Tangan












