Metro  

Tawuran Diduga Hendak Pecah di Kramat Jati, Brimob Amankan 4 Pemuda dan 4 Senjata Tajam

petugas Patroli Gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim 3P Polres Metro Jakarta Timur, Minggu (8/11/2026) dini hari berhasil mengamankan empat pemuda yang diduga hendak terlibat tawuran.Foto:ist

Jakarta,Topikonline.co.id– Aksi tawuran yang diduga hendak pecah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, berhasil digagalkan Tim Patroli Gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim 3P Polres Metro Jakarta Timur, Minggu (8/11/2026) dini hari.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat pemuda yang diduga hendak terlibat tawuran. Tak hanya itu, polisi juga menyita empat bilah senjata tajam dan satu unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.

Pengamanan bermula dari laporan masyarakat mengenai keberadaan sekelompok pemuda yang dicurigai akan melakukan tawuran. Merespons informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi.

Saat mengetahui kedatangan petugas, kelompok pemuda itu berusaha meninggalkan lokasi. Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan empat orang.

Selanjutnya, keempat pemuda beserta barang bukti dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menegaskan, patroli gabungan merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat diharapkan dapat mencegah potensi gangguan kamtibmas. Setiap informasi yang diterima juga harus direspons dengan cepat agar gangguan keamanan dapat segera diantisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengingatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah aksi tawuran, terutama yang melibatkan kalangan remaja.

Ia mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Jika melihat potensi gangguan kamtibmas, segera sampaikan kepada petugas atau melalui Layanan Polisi 110,” pungkasnya.

Keberhasilan pengamanan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan tawuran tidak cukup hanya mengandalkan patroli kepolisian. Kepedulian warga dan pengawasan keluarga juga menjadi kunci agar jalanan tidak berubah menjadi arena kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat.