Jakarta,Topikonline.co.id – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan. Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Penunjukan Richard menjadi sorotan karena ia merupakan perwira TNI aktif yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Masuknya jenderal bintang tiga tersebut ke jajaran Kementerian Pertahanan juga menandai penataan baru dalam struktur kepemimpinan kementerian strategis itu.
Dalam reshuffle kabinet ke-9 sejak pemerintahan Prabowo dilantik pada Oktober 2024, Presiden turut menunjuk Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi. Keduanya akan mendampingi Marsdya TNI (Purn.) Donny Ermawan yang juga menjabat Wamenhan.
Pembagian tugas tersebut menempatkan strategi, doktrin, pembangunan kekuatan, serta pengembangan industri dan teknologi pertahanan sebagai bidang yang ditangani secara lebih spesifik.
Lahir pada 23 Mei 1969, Richard merupakan putra daerah Sumatera Utara yang berasal dari kawasan Lintong Nihuta, Tampahan, Kabupaten Toba. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1992.
Karier militernya banyak ditempa di satuan infanteri dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pengalaman di satuan elite tersebut menjadi salah satu fondasi perjalanan kariernya hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI.
Pada 2014, Richard menjabat Asisten Intelijen Danjen Kopassus. Ia kemudian dipercaya memimpin Grup 2 dan Grup 3 Kopassus, sebelum mendapat penugasan di luar satuan tersebut.
Pada 2016, ia menjabat Komandan Resimen Induk Kodam VI/Mulawarman, lalu Komandan Korem 023/Kawal Samudera. Kariernya terus menanjak ketika pada 2017 dipercaya menjadi Wakil Komandan Jenderal Kopassus.
Setahun kemudian, Richard menjabat Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman. Pada 2019, ia mendapat promosi menjadi mayor jenderal dan dipercaya sebagai Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I.
Pada 2020, Richard menjabat Komandan Komando Operasi Khusus TNI. Setahun berikutnya, ia dipercaya memimpin Kodam XVI/Pattimura sebagai panglima.
Memasuki 2022, Richard memperoleh pangkat letnan jenderal dan menjabat Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad). Pada 2023, ia kemudian ditugaskan sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, yang memiliki cakupan wilayah Indonesia bagian timur.
Pada Agustus 2024, Richard dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Umum TNI. Posisi tersebut menjadi jabatan terakhirnya sebelum ditarik Presiden Prabowo ke Kementerian Pertahanan.
Penunjukan Richard menempatkannya pada tanggung jawab baru di luar struktur komando militer. Bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan pertahanan merupakan bagian penting dalam menentukan arah pengembangan kemampuan pertahanan nasional.
Pengalaman Richard di Kopassus, komando gabungan wilayah pertahanan, hingga Mabes TNI menjadi bekal yang relevan untuk menjalankan tugas tersebut. Namun, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pengalaman operasional militer menjadi kebijakan pertahanan yang terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan jangka panjang.
Penguatan pertahanan tidak cukup hanya bertumpu pada struktur organisasi dan penempatan pejabat. Perencanaan kekuatan, kesiapan personel, modernisasi alutsista, serta kemampuan menghadapi perkembangan ancaman juga menjadi aspek penting.
Dengan penunjukan Richard dan Yusuf Jauhari, Kementerian Pertahanan kini memiliki pembagian tanggung jawab yang lebih spesifik di tingkat wakil menteri. Publik akan menantikan bagaimana susunan baru tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan konkret untuk memperkuat pertahanan Indonesia.












