TOPIKONLINE.CO.ID – BUKITTINGGI: Polda Sumbar sukses menggelar ajang olahraga lari bertajuk Police Women Run ke-4 di Kota Bukittinggi untuk menyemarakkan Hari Polisi Wanita (Polwan) ke-78, Minggu (27/9/2029).
Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menaruh harapan besar agar kegiatan yang diikuti oleh 3.500 peserta dari kategori lari 5K dan 10K ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai ikon pemersatu masyarakat dan kebanggaan daerah.
Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan ajang ini bukan sekadar perayaan seremonial olahraga biasa. Dia menilai pemilihan lokasi di Kota Bukittinggi memiliki makna khusus sebagai monumen sejarah berdirinya enam Polwan pertama di Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara dan Wali Kota Bukittinggi atas kelancaran serta kesuksesan acara ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi lebih sukses pada penyelenggaraan Police Women Run ke-5 pada tahun 2027 nanti, karena ajang ini sekaligus kita manfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai sejarah Polwan, mempromosikan kuliner, dan mengangkat Kota Bukittinggi sebagai destinasi wisata,” ujar Irjen Djati.
Senada dengan visi Kapolda Sumbar, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan acara ini sarat makna historis dan nilai-nilai sosial yang humanis.
Dia mengatakan Bukittinggi merupakan titik awal di mana perempuan kali pertama diberi ruang untuk menjadi bagian dari kepolisian dan menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, dia menilai berlari di kota ini sebagai bentuk napak tilas atas perjuangan dan semangat para pionir Polwan.
Lebih lanjut, Susmelawati menyebutkan melalui semangat “Run The Culture”, kegiatan ini menjadi ruang yang efektif untuk membangun komunikasi tanpa sekat antara polisi dan masyarakat demi menciptakan kepercayaan publik.
Baginya, ketika Polwan dan masyarakat berinteraksi dan berlari bersama, sekat struktural menghilang dan berganti menjadi energi positif kebersamaan.
“Bagi kami, Police Women Run bukan sekadar kegiatan olahraga, apalagi sekadar tentang siapa yang paling cepat sampai di garis finish,” kata Polwan berpangkat melati tiga di pundak ini.
Ketika hari ini Polwan dan masyarakat berlari bersama di Kota Bukittinggi, kata dia, sesungguhnya para peserta tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga kembali mengingat perjalanan panjang perjuangan para pionir Polwan.
“Ini tentang bagaimana kita bergerak bersama, mengenang sejarah bersama, dan membangun kedekatan bersama di tengah masyarakat dalam suasana yang sehat dan humanis,” pungkas Susmelawati Rosya. (Amin)












