Lapas Bogor Digedor! Razia Zero Halinar Sisir Kamar, Tes Urine Petugas dan Warga Binaan

Suasana Razia di Lapas kelas11A Bogor,,Foto:ist/TPK

Bogor,Topikonline.co.id — Tak ada ruang untuk lengah. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bogor kembali menggelar razia Zero Halinar dengan menyisir kamar hunian warga binaan. Penggeledahan dilakukan bersama aparat penegak hukum (APH) sebagai langkah deteksi dini untuk menutup celah masuknya barang terlarang dan mencegah gangguan keamanan di balik tembok lapas.

Razia diawali apel bersama untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, prosedur, serta langkah pengamanan selama pemeriksaan. Setelah itu, petugas bergerak ke blok hunian dan memeriksa kamar warga binaan secara menyeluruh.

Setiap sudut kamar diperiksa, termasuk tempat penyimpanan barang dan area yang dinilai berpotensi digunakan untuk menyembunyikan benda yang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Bogor Raden Budiman Priatna Kusumah menegaskan, penggeledahan merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kegiatan penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mencegah adanya barang-barang terlarang serta memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Bogor,” ujarnya.

Pengamanan razia diperkuat personel kepolisian dari Polres serta Babinsa dari jajaran Kodim Bogor. Keterlibatan lintas aparat tersebut menjadi bagian dari sinergi pengawasan untuk memastikan pemeriksaan berjalan efektif dan sesuai prosedur.

Dari hasil penyisiran, petugas menemukan sejumlah barang yang kemudian diamankan untuk pemeriksaan dan tindak lanjut.

Barang tersebut antara lain sendok besi, kartu remi, korek gas, gelas kaca, cermin, dan botol parfum.

Namun, dari penggeledahan tersebut tidak ditemukan narkotika maupun barang terlarang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lapas.

Seluruh barang temuan didata dan diamankan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasil ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan razia. Sebab, pengawasan di dalam lapas bukan hanya soal menemukan barang terlarang, tetapi juga memastikan benda-benda tertentu yang dapat menimbulkan risiko keamanan tidak luput dari pemeriksaan.

Tak berhenti pada penggeledahan kamar, Lapas Kelas IIA Bogor juga melaksanakan tes urine terhadap petugas dan warga binaan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur sebagai bentuk deteksi dini sekaligus memastikan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika tidak hanya diarahkan kepada warga binaan, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh jajaran.

“Pencegahan penyalahgunaan narkotika merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari narkoba,” demikian penegasan pihak lapas.

Razia Zero Halinar dan tes urine tersebut menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan Lapas Bogor. Polanya bukan sekadar bergerak ketika muncul persoalan, tetapi melalui pencegahan, pemeriksaan, deteksi dini, dan penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum.

Di balik tembok lapas, pengawasan memang tidak boleh berhenti pada rutinitas. Setiap celah harus diawasi, setiap potensi gangguan harus dideteksi, dan setiap temuan harus ditindaklanjuti sesuai aturan.

Dengan pola pengawasan yang konsisten dan kolaborasi bersama APH, Lapas Kelas IIA Bogor menegaskan komitmennya menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.