Tangerang,Topikonline.co.id — Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang kembali memperketat pengawasan terhadap blok hunian. Razia gabungan yang melibatkan unsur pemasyarakatan, Polri, TNI, dan BNN, Senin (21/9/2026), menemukan sejumlah barang terlarang di dalam blok warga binaan.
Razia yang digelar bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Polres Metro Tangerang Kota, Kodim 0506 Tangerang, serta BNN Kota Tangerang itu menyasar Blok D Aula 4 dan Blok E Aula.
Sebanyak 214 warga binaan menjadi sasaran pemeriksaan dalam kegiatan yang ditujukan untuk deteksi dini gangguan keamanan sekaligus memperkuat pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Hasil penggeledahan menunjukkan masih ditemukannya sejumlah barang yang seharusnya tidak berada di lingkungan blok hunian.
Petugas mengamankan enam senjata tajam (sajam) buatan, satu tali, tiga stop kontak, empat botol kaca, satu set alat tato, dua kartu poker, serta satu alat pemanas buatan.
Temuan tersebut menjadi catatan penting bagi jajaran Lapas Pemuda Tangerang. Pasalnya, razia bukan sekadar mencari barang terlarang, tetapi menjadi instrumen untuk mengukur efektivitas pengawasan sekaligus menutup celah yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Tak berhenti pada penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine terhadap pegawai dan warga binaan.
Sebanyak 87 pegawai dan 50 warga binaan, atau total 137 orang, menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika dan obat-obatan.
Kalapas Pemuda Tangerang, Mohamad Fadil, menegaskan razia gabungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sekaligus bagian dari penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum.
“Razia gabungan dan tes urine ini merupakan langkah deteksi dini serta upaya bersama untuk memastikan Lapas Pemuda Tangerang tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan narkotika,” ujar Mohamad Fadil.
Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol. Vivick Tjangkung, mengapresiasi pelibatan lintas institusi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara Lapas, kepolisian, TNI, dan BNN diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
“Sinergi seperti ini sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, kondisi Lapas Pemuda Tangerang secara umum dalam keadaan kondusif,” kata Vivick.
Temuan sejumlah barang terlarang sekaligus hasil tes urine yang seluruhnya negatif menunjukkan dua sisi dalam pengawasan pemasyarakatan: deteksi dini tetap diperlukan, sementara pengawasan harus terus diperketat.
Razia gabungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemeriksaan berkala, penindakan terhadap barang terlarang, serta penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting untuk menjaga Lapas Pemuda Tangerang tetap aman, tertib dan kondusif.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.












