TOPIKONLINE.CO.ID – Banten – Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum menegaskan bahwa Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat selama libur panjang akhir tahun. Penegasan itu ia sampaikan saat meninjau langsung kesiapan Pelabuhan Merak, Banten — salah satu titik paling krusial dalam arus mobilitas nasional.
Irjen Pol Agus mengungkapkan tiga fokus utama Operasi Nataru tahun ini. Pertama, menjaga harkamtibmas tetap kondusif, khususnya di area pelabuhan yang rawan terjadi gangguan menonjol. Kedua, memastikan kelancaran arus lalu lintas, termasuk di penyeberangan dan jalan tol.
“Yang betul adalah antrean panjang atau perlambatan, bukan kemacetan. Di ASDP itu tidak pernah disebut macet,” tegasnya, mengingatkan pentingnya pemahaman situasi di lapangan agar informasi yang diterima masyarakat tepat dan tidak menimbulkan kepanikan.
Ketiga, ia menyoroti kesiapan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu mobilitas. Menurutnya, seluruh skenario penanganan sudah disiapkan secara dinamis sesuai kondisi real time. “Saya yakin semuanya sudah siap,” tambahnya.
Empat Klaster Pengamanan Nataru
Dalam paparannya, Kakorlantas membeberkan empat klaster utama yang menjadi fokus pengamanan tahun ini:
1. Jalur tol dan arteri,
2. Kawasan pelabuhan dan penyeberangan,
3. Tempat ibadah,
4. Destinasi wisata.
Ia menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus satu frekuensi dalam data dan strategi guna memastikan kesiapan yang solid.
Irjen Pol Agus juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait. Transformasi digital yang dilakukan ASDP, menurutnya, menjadi nilai tambah penting untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan, bahkan ditargetkan lebih baik dibandingkan saat Lebaran lalu.
Dalam pembahasan mobilitas nasional, ia menyoroti data Kementerian Perhubungan yang memproyeksikan 191 juta pergerakan orang, barang, dan kendaraan selama periode Nataru. Khusus kendaraan dari arah Jakarta menuju Trans Jawa, Ciawi, Bandung, hingga Merak dan Sumatera, diperkirakan mencapai 2,9 juta kendaraan, dengan arus balik sekitar 2,8 juta kendaraan.
“Maka dari itu, ketika nanti ada bangkitan arus di pelabuhan, tol, maupun arteri, tentu skenario cara bertindak harus disiapkan,” ujarnya menegaskan kembali.
Mengakhiri peninjauan, Irjen Pol Agus berharap seluruh instansi dapat menjaga komunikasi dan sinergi agar negara dapat memberikan pelayanan terbaik bagi jutaan masyarakat selama Operasi Nataru 2025.
“Kolaborasi, sinergitas, dan komunikasi adalah kuncinya. Kita pastikan masyarakat merasa aman dan terlayani.” (Iwan)












