Jakarta,Topikonline.co.id — Tak ada panggung megah. Tak ada pesta meriah. Tak terdengar hiruk-pikuk seremoni seperti lazimnya perayaan hari jadi institusi.
Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 justru dirayakan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dengan cara sederhana: berdoa bersama di masjid.
Kegiatan digelar di Masjid At Taqwa, lingkungan Markas Besar Korlantas Polri, Jalan Letjen MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026).
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Wibowo hadir bersama jajaran pejabat utama Korlantas, Bhayangkari, pengemudi ojek online (ojol), kurir, hingga anak-anak yatim-piatu.
Peringatan mengusung tema “Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri.”
Kesederhanaan menjadi warna utama peringatan tahun ini. Alih-alih menggelar pesta besar, Korlantas memilih masjid sebagai tempat berkumpul dan memanjatkan doa.
Rangkaian kegiatan diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an. Doa bersama kemudian dipandu Ustaz Hasan Kosasih.
Irjen Wibowo bersama istrinya, Ny Sofie Wibowo, yang juga Ketua Bhayangkari Cabang BS Korlantas Polri, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Tak hanya jajaran internal kepolisian. Korlantas juga membuka ruang bagi masyarakat yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan lalu lintas.
Para pengemudi ojol dan kurir diundang hadir. Mereka merupakan kelompok yang setiap hari menggantungkan aktivitas dan penghidupannya di jalan raya—berhadapan dengan kemacetan, risiko kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, hingga perubahan pola mobilitas masyarakat.

Kehadiran mereka menjadi pesan tersendiri dalam peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71: jalan raya bukan hanya ruang bagi kendaraan, tetapi juga ruang hidup jutaan masyarakat.
Di tengah acara, Irjen Wibowo menyerahkan santunan secara langsung kepada anak-anak yatim-piatu dari sejumlah panti asuhan.
Sejumlah pejabat utama Korlantas juga hadir, di antaranya Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Komarudin, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol I Made Agus Prasatya, dan Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto.
Hadir pula Brigjen Pol Chiko Ardwiatto selaku Auditor Sektor Korlantas Polri serta Brigjen Pol Aries Syahbudin, Penata Kebijakan Kapolri Utama Tk. II yang berdinas di lingkungan Korlantas Polri.
Suasana semakin cair ketika komedian Aziz Gagap turut hadir mendampingi Ustaz Hasan Kosasih untuk menghibur para tamu undangan.
Namun di balik kesederhanaan itu, peringatan HUT Polantas ke-71 tetap menyisakan pesan yang lebih besar.
Perayaan boleh tanpa panggung. Tanpa gemerlap. Tanpa seremoni berlebihan.
Tetapi pekerjaan Polantas di jalan raya justru semakin berat.
Keselamatan pengguna jalan, disiplin berlalu lintas, kemacetan, kecelakaan, penegakan hukum, hingga pelayanan kepada masyarakat menjadi pekerjaan sehari-hari yang tak mengenal panggung.
Karena itu, setelah doa dipanjatkan dan para pejabat meninggalkan masjid, tantangan sesungguhnya kembali menunggu di jalan raya.
Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 bukan sekadar tentang bertambahnya usia institusi. Ia juga menjadi pengingat bahwa ukuran pengabdian Polantas pada akhirnya bukan seberapa meriah perayaannya, melainkan seberapa nyata kehadirannya dirasakan masyarakat di jalan.












