Ekbis  

Harbolnas 2025: Gebrakan Ekonomi Digital, UMKM Lokal Dibidik Jadi Bintang Utama

Topikonline.co.id – Jakarta, 8 September 2025 – Fundamental ekonomi Indonesia kian menunjukkan ketahanan. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, indikator utama terus bergerak positif: PMI Manufaktur naik ke 51,5, inflasi terkendali di 2,31%, serta Indeks Keyakinan Konsumen stabil di level 118,1. Sektor konsumsi rumah tangga pun menjadi motor pertumbuhan dengan kontribusi lebih dari separuh terhadap PDB nasional.

Di momen inilah, pemerintah kembali melepas salah satu hajatan belanja terbesar tahun ini: Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025. Acara kick off “Road to Harbolnas” digelar di Graha Sawala, Kemenko Perekonomian, Senin (8/9), dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Harbolnas adalah momentum penting untuk mendorong UMKM naik kelas. Kita perlu pertebal dukungan, baik ekosistem, produsen, maupun konsumen. E-commerce jadi pipeline utama untuk memperkuat kelas menengah Indonesia,” tegas Airlangga.

Memasuki tahun ke-14 sejak digelar pada 2012, Harbolnas terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi digital. Tahun lalu, total transaksi mencapai Rp31,2 triliun—naik 21,4% dari 2023—dengan kontribusi produk lokal menembus Rp16,1 triliun. Tahun ini, target ditetapkan lebih ambisius: Rp33–35 triliun, dengan porsi produk lokal diharapkan mencapai 50–55%.

Dengan tagline “Nyatakan Cinta Nusantara”, Harbolnas 2025 bukan sekadar pesta diskon, tetapi gerakan nyata membangkitkan kebanggaan pada produk anak bangsa. Pemerintah juga menegaskan komitmen pada integrasi digital regional lewat Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA), termasuk perluasan sistem pembayaran QRIS lintas negara.

Puncak Harbolnas dijadwalkan berlangsung pada 10–16 Desember 2025. Masyarakat akan dimanjakan dengan promo besar-besaran, pameran produk lokal unggulan, hingga kampanye kreatif untuk menggugah rasa cinta pada produk buatan Indonesia.

Turut hadir dalam kick off ini Menteri Perdagangan Budi Santoso, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto. (Iwan)