Topikonline.co.id, Jakarta — Hambatan perempuan untuk menduduki posisi kepemimpinan tak selalu terlihat secara langsung. Bias gender, stereotip, hingga ekspektasi sosial kerap menjadi tantangan yang membatasi ruang gerak perempuan, termasuk dalam organisasi mahasiswa.
Isu tersebut menjadi bahasan dalam diskusi publik BERSUARA #2 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Mahasiswa, Jumat (16/10/2026) pukul 18.00 WIB.
Mengangkat tema “Membongkar Glass Ceiling: Bias Gender dan Tantangan Perempuan dalam Ruang Kepemimpinan Kampus”, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari tujuh fakultas untuk membahas berbagai hambatan yang dihadapi perempuan dalam memperoleh kesempatan memimpin.
Diskusi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merefleksikan dinamika kepemimpinan di lingkungan kampus, terutama bagaimana bias gender dan stereotip dapat memengaruhi penilaian terhadap kapasitas seseorang.
Melalui BERSUARA #2, BEM UPNVJ mendorong tumbuhnya kesadaran kritis terhadap ketidaksetaraan gender sekaligus membangun lingkungan organisasi yang lebih inklusif.
Kesempatan memimpin, sebagaimana menjadi pesan utama diskusi ini, semestinya terbuka berdasarkan kapasitas dan kompetensi, bukan dibatasi oleh stereotip gender.












