Jakarta – Program Patroli Perintis Presisi (3P) Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Metro Jaya yang dibentuk akhir 2021 sebagai bagian dari layanan publik, terbukti jelas berhasil memberi rasa aman pada masyarakat. Bahkan, program tersebut kini diduplikasi oleh seluruh kepolisian daerah (Polda) di seluruh Indonesia.
Kali pertama dibentuk, program ini hanya didedikasikan untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya saja. Karena dinilai paten mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman kondusif, kini, program tersebut juga didorong untuk diterapkan di wilayah lain di Indonesia. Apalagi banyak yang menyebut program percontohan 3P Ditsamapta Polda Metro Jaya ini punya peta jalan yang jelas dengan indikator dan tujuan terukur.
Satu hasil terkini dari program tersebut terdata pada Kamis, (25/1) malam hingga Jumat, (26/1) dini hari. Operasi Tim 3P Ditsamapta Polda Metro Jaya ketika itu berhasil mengamankan sejumlah tersangka dengan berbagai macam barang bukti pelanggaran hukum.
Dua tersangka yakni FD dan DP terciduk dalam patroli tim 3P di Jalan Mawar Merah, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Keduanya yang diduga sebagai bandar narkoba jenis tembakau sintesis dibekuk bersama barang bukti 16 paket tembakau sintesis siap edar dan tiga bungkus klip plastik berisi tembakau sintesis. Untuk proses hukum selanjutnya, kedua tersangka diserahkan tim 3P ke Polres Metro Jakarta Timur.

Berikutnya lagi adalah empat orang tersangka pengedar obat terlarang daftar G yang dicokok Tim 3P di Jalan Tanah Tinggi, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keempat tersangka yakni SU, IZ, DA dan IN diamankan bersama barang bukti 13 strip obat terlarang daftar G merek Tramadol. Keempatnya pun digiring Tim 3P ke Polsek Metro Tanah Abang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Selain bertindak represif sebagai upaya pilihan penegakan hukum, Tim 3P Ditsamapta Polda Metro juga memikul kewajiban untuk lebih mengedepankan sikap humanis dan persuasif dalam bertugas. Dan kewajiban ini memang tampak sangat sering ditampilkan ke masyarakat.
Seperti misalnya, ada warga yang terlihat berkendara motor tanpa helm di jalan raya, Tim 3P cepat tanggap menghampiri dan menghentikan si pengendara. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tak ditemukan ada yang mencurigakan, tindakan preventif pun dilakukan dengan nasihat humanis ke pengendara agar selalu memakai helm saat berkendara di jalan raya.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad Zaenudin dalam pernyataannya kepada topikonline.co.id mengatakan, Tim 3P Polda Metro Jaya yang berkekuatan 100 personel dan terbagi menjadi tiga tim memang dituntut untuk selalu bekerja ikhlas tak kenal lelah. Semua hal tersebut harus dijiwai mendalam demi memberikan rasa aman ke masyarakat.
“Tidak ada kata lelah bagi tim 3P untuk terus melakukan patroli malam hari apapun kondisinya. Kewajiban kita untuk selalu memberikan rasa aman ke masyarakat. Yang terpenting pesan kami ke masyarakat agar selalu jauhi kejahatan yang melanggar hukum,” ujarnya.
Untuk diketahui juga, tim 3P Ditsamapta Polda Metro Jaya ini sejatinya juga kerap disebut sebagai dream team. Tim ini dibentuk dari hasil peleburan seluruh tim patroli tiap Polres yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Seperti Tim Jaguar besutan Polres Metro Depok dan Raimas Backbone milik Polres Metro Jakarta Timur, misalnya, semuanya kini sudah menyatu dan melebur hanya dalam satu nama. The Dream Team Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Metro Jaya. Satu tim patroli unggulan yang juga jadi barometer tim patroli seluruh Polda di Indonesia. Bembo












