Jakarta, topikonline.co.id – Wacana kenaikan gaji TNI yang di usulKAN Banggar DPR RI, mendapat respon dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di kantor Kemenhan. Dihadapan awak media Menhan menyambut baik, hanya saja harus lebih realistis terlebih dahulu dengan melihat kondisi masyarakat. Demikian di katakan Ryamizard di kantornya (09/07/2019).
Menhan meminta pemerintah mendahulukan kesejahteraan rakyat. “Kita senang-senang saja. Tapi lihat dulu rakyatnya kalau sudah mampu (sejahtera), enggak apa-apa,” kata Ryamizard saat ditemui di Gedung Kementerian Pertahanan.
Ryamizard mengatakan sejatinya TNI adalah tentara rakyat. Jika rakyat masih kesulitan bertahan hidup, maka kepentingan rakyat yang harus di dahulukan. Selain itu saat ini Indonesia dalam kondisi yang relatif aman. Buktinya, kata Ryamizard, Indonesia tidak sedang berperang.
“Rakyat dulu nomor satu. Persenjataan alat perang nomor dua. Rakyat sejahtera dulu baru (urusan) tentara,” paparnya kemudian. Selain itu, lanjutnya, saat ini Indonesia dalam kondisi yang relatif aman. Buktinya, kata Ryamizard, Indonesia tidak sedang berperang.
Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengusulkan rencana menaikkan gaji pokok anggota TNI di periode 2020. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja pemerintah bersama Banggar DPR RI saat pengesahan postur RAPBN 2020, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (08/07/2019) kemarin. [Adang]
Menhan Senang Gaji TNI Naik Tapi Harus Realistis












