Topikonline.co.id, Jakarta — Dikenal sebagai content creator, Finazia kini mulai menapaki jalan yang telah lama menjadi impiannya: berkarier sebagai penyanyi solo. Perempuan asal Kalimantan Barat ini bersiap memperkenalkan lagu debutnya, Balada Anak Pertama, setelah meraih popularitas bersama duo hipdut MikkyZia lewat lagu Aku Dah Lupa.
Lagu Aku Dah Lupa mencatat lebih dari 160 juta pendengar di Spotify hingga Oktober 2026. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan bermusik Finazia sebelum melangkah ke babak baru sebagai solois.
Kecintaannya terhadap musik tumbuh sejak kecil. Ia mengenang kebiasaan mendengarkan lagu bersama sang ayah di mobil, lalu bernyanyi bersama dalam perjalanan.
“Rasa cinta aku sama musik sudah dari umur 9-10 tahun. Awalnya suka dengerin lagu sama Papa di mobil dan nyanyi bareng. Berangkat dari momen-momen kecil itu, aku jadi cinta sama musik dan suka menyanyi sampai sekarang,” ujar Finazia.
Bagi Finazia, musik bukan sekadar hiburan. Ia menjadikannya ruang untuk mengekspresikan perasaan, termasuk hal-hal yang sulit diungkapkan melalui percakapan sehari-hari.
Pengalaman sebagai content creator turut membentuk cara pandangnya terhadap musik. Selama ini, ia banyak membagikan keseharian, kecantikan, dan gaya hidup melalui konten yang menghibur. Namun, lewat lagu, ia ingin memperlihatkan sisi dirinya yang lebih personal.
“Dari interaksi langsung dengan audiens, aku jadi paham kalau creator itu bukan hanya memikirkan seberapa bagus kontennya, tapi seberapa real koneksinya,” katanya.
Pemahaman tentang kedekatan dengan audiens itu, menurut Finazia, juga berlaku dalam bermusik. Sebuah karya bukan hanya soal bagaimana lagu tersebut terdengar, melainkan juga bagaimana ceritanya dapat menyentuh orang yang mendengarkan.
“Kalau di konten, aku lebih banyak cerita tentang hal-hal yang fun, seperti makeup, daily life, yang bikin orang happy. Tapi lewat musik, aku bisa menyampaikan perasaan yang enggak bisa aku bicarakan lewat kata-kata biasa,” tuturnya.

Balada Anak Pertama dan Cerita tentang Bertahan
Keinginan untuk menyampaikan perasaan melalui lirik menjadi salah satu alasan Finazia memilih Balada Anak Pertama sebagai lagu debut solonya.
Lagu tersebut mengangkat pergulatan emosional anak pertama yang kerap dihadapkan pada tanggung jawab besar dan tuntutan untuk selalu terlihat kuat. Melalui tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang, Finazia ingin menghadirkan karya yang tidak hanya bercerita, tetapi juga memberi ruang bagi pendengarnya untuk merasa dipahami.
“Aku selalu ingin bikin lagu yang liriknya bermakna dan kebetulan ini terwujud di lagu pertama aku, ‘Balada Anak Pertama’. Jadi, aku senang banget karena apa yang aku inginkan dari dulu akhirnya bisa terwujud,” ujarnya.
Ia berharap lagu tersebut dapat menemani mereka yang selama ini menyimpan kelelahan di balik tuntutan untuk tetap tegar.
“Di lagu pertama aku ini, aku ingin orang yang mendengarkan lagu aku merasa dipeluk, karena lagu ini tentang anak pertama yang capek tapi harus kelihatan kuat terus,” kata Finazia.
Melalui karya solonya, Finazia ingin menunjukkan bahwa menjadi kuat bukan berarti harus selalu menyembunyikan perasaan. Ia berharap Balada Anak Pertama dapat menjadi pengingat bahwa lelah, kecewa, dan keinginan untuk didengar merupakan bagian yang wajar dari perjalanan setiap orang.
Bagi Finazia, langkah menjadi penyanyi solo bukan sekadar memperluas karier di industri hiburan. Lebih dari itu, ia tengah mewujudkan impian masa kecil sekaligus membuka ruang baru untuk bercerita melalui musik.












