Gunung Sindur,Topikonline.co.id — Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, aktivitas produktif terus digerakkan. Kali ini, lahan pertanian dimanfaatkan untuk menghasilkan cabai rawit merah dan hijau yang dipanen pada Sabtu (3/10/2026).
Panen tersebut menjadi bagian dari pengembangan program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pertanian.
Kegiatan panen turut dihadiri Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Sakti Wahyu Gumilar dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Dani Diyaulhaq.
Sakti mengatakan, pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas bukan sekadar menghasilkan komoditas pertanian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat berguna setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Kami terus mendorong pemanfaatan lahan yang ada agar lebih produktif. Panen cabai ini menjadi salah satu hasil nyata dari kegiatan pertanian yang juga dapat memberikan keterampilan bagi warga binaan,” ujar Sakti.
Menurutnya, hasil panen menjadi bukti bahwa lahan yang dikelola secara serius dapat memberikan manfaat sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bambang Wijanarko. Ia menegaskan, kegiatan pertanian akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, kegiatan ini diharapkan dapat membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat,” kata Bambang.
Program tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan di balik jeruji tidak berhenti pada aspek pengamanan. Lahan yang tersedia pun dapat diubah menjadi ruang belajar, tempat bekerja, sekaligus sumber produktivitas.
Panen cabai rawit merah dan hijau menjadi salah satu hasil nyata dari upaya tersebut. Lapas Narkotika Gunung Sindur berkomitmen menjadikan kegiatan pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus membangun keterampilan warga binaan agar memiliki bekal kemandirian ketika kembali ke masyarakat.
Dengan demikian, dari balik tembok lapas, bukan hanya cabai yang dipanen. Ada keterampilan, kemandirian, dan harapan baru yang ikut ditumbuhkan.












