Pembekalan Satgas Pamtas RI-PNG, Kolakops Korem 174/ATW Libatkan Pemkab dan Tomas 

Merauke – Kasi Ter Korem 174/Anim Ti Waninggap Letkol Inf Lambert J. Mailoa mewakili Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 174/ATW Brigjen TNI E. Reza Pahlevi melaksanakan pembekalan kepada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Darat RI-PNG Yonif 511/Dibyatara Yodha dan Yonif 725/Woroagi, di Makorem 174, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (12/9/2022).

Kegiatan pembekalan dan pengarahan diikuti oleh prajurit Satgas Pamtas RI-PNG yang siap di tempatkan di pos pos sepanjang perbatasan RI-PNG sektor Selatan Papua untuk memberikan keamanan wilayah satuan teritorial Kolakopsrem 174/ATW.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan gambaran kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas guna menunjang keberhasilan dalam pelaksanaan tugas.

Pembekalan dihadiri Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Letkol Inf Rully Noriza, Dansatgas Yonif 725/WRG Mayor Inf Syafrudin Mutasidasi bersama para perwira dan anggota Satgas, Tokoh Masyarakat Papua Selatan Jhon Gluba Gebze, Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Ni Luh Puspa Jayaningsih, Polhut Penyelia KSDA Merauke Paulus Tangke, Kakan Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kabupaten Merauke dr. Bambang Budiman, Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Muda Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke Abdul Rasyid, Pelaksana Koordinasi Urusan Wasdalin Stasiun Karantina Ikan Kabupaten Merauke Firmansyah, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke Irmansyah Fatriadi (Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke), Kakan Bea Cukai Merauke Dian Monas Jumaidy Kaban, Kadis Pendidikan Merauke Stephanus Kapasiang.

Jhon Gluba Gebze selaku tokoh masyarakat Kabupaten Merauke memberikan wejangan kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas RI-PNG yang hadir tentang kultur budaya, kearifan lokal masyarakat adat di wilayah Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel dimana masyarakat Merauke dan Boven Digoel yang berdomisili di wilayah perbatasan memiliki hubungan kekeluargaan, kultur budaya dan adat istiadat yang sama dengan masyarakat PNG yang berdomisili diwilayah perbatasan.

Jhon Gluba Gebze berharap kepada Satgas Pamtas RI-PNG sektor Selatan sejumlah 900 orang yang akan bertugas selama 9 bulan kedepan dapat berinteraksi dan berkomunikasi sosial yang baik dengan masyarakat sehingga terwujud keamanan dan ketahanan Bangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah Perbatasan Negara. Paparnya

Sementara itu Paulus Tangke mengatakan, tentang tupoksi dari KSDA Kabupaten Merauke yang meliputi konservasi terhadap sumber daya alam termasuk satwa dan flora terutama satwa dan flora endemik yang masuk dalam perlindungan. Ia juga menjelaskan aturan tentang pelanggaran terhadap penyelundupan atau perdagangan satwa dan flora yang dilindungi.

“Kerja sama antar Negara juga telah dibuat terhadap perlindungan satwa dan flora yang terancam kepunahan. Komoditi atau olahan kerajinan dari satwa bisa dibawa keluar Merauke namun tetap ada prosedur dan aturan yang berlaku. Dalam pelaksanaan tugas nanti kedepannya diharapkan kita dapat bersinergi, dan apabila ada yg perlu di tanyakan atau dikoordinasikan,” ujarnya.

Saat yang sama Ni Luh Puspa Jayaningsih menyampaikan, saat ini jumlah Pos Lintas Batas Negara di seluruh Indonesia berjumlah 11 PLBN, dimana saat ini di Papua telah beroperasional 2 (dua) PLBN yaitu PLBN Slow dan PLBN Sota dan direncanakan kedepannya akan diresmikan 1 (satu) lagi PLBN di Kampung Yetetkun, Distrik Ninati, Kabupaten Boven Digoel.

Di dalam PLBN ada beberapa Instansi yang terlibat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari yaitu Unsur Custom (Beacukai), Immigration (Imigrasi), Quarantine (Karantani meliputi Karantina Ikan, Karantina Tumbuhan dan Karantina Kesehatan Pelabuhan) serta unsur Security (TNI, Polri dan Security PLBN) Kegiatan di Area PLBN Sota secara aturan tidak diperbolehkan ada aktivitas wisata ataupun aktivitas event besar lainnya di Zona Inti (Kompleks perkantoran dan Mess Pegawai) namun kami memberikan kebijakan kalau hanya untuk berphoto tetap kami ijinkan namun tetap mengikuti tata tertib dan aturan yang berlaku di PLBN Sota. Untuk Jam Operasional ataupun hari kerja PLBN Sota yaitu hari Senin sampai Kamis pukul 08.00 s.d 16.00 WIT dengan pemeriksaan masuk dan keluar dari PNG ke Republik Indonesia dan sebaliknya akan melalui beberapa tahap pemeriksaan seperti pemeriksaan Karantina kesehatan, Pemeriksaan Karantina Tumbuhan/Hewan, Pemeriksaan Bea Cukai, dan Pemeriksaan dokumen Imigrasi. Tegasnya

Pada sesi lanjutan pembekalan dari Bapak dr. Bambang Budiman (Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kabupaten Merauke) beliau menyampaikan
bahwa dalam pencegahan masuk dan keluarnya penyakit Karantina dan penyakit menular di pintu masuk Negara, KKP mempunyai tugas melaksanakan upaya cegah tangkal, keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor resiko kesehatan diwilayah kerja Pelabuhan, Bandar Udara, Pos Lintas Darat Negara. Menjelaskan tentang wilayah tugas dan pos-pos dari Karantina Kesehatan Pelabuhan yang tersebar di Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Asmat.

Pada bagian Karantina Bapak Abdul Rasyid, S.P (Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Muda Stasiun Karantina Pertanian juga menyampaikan. Visi Pembangunan Pertanian (2020-2024) yaitu Mewujudkan Ketahanan Pangan, Meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, Meningkatkan kualitas sumber daya pertanian, untuk mewujudkan Visi dan Misi tersebut banyak kendala yang dihadapi baik secara regional maupun skala global. Swmentara di bidang karantina ikan Bapak Firmansyah (Stasiun Karantina Ikan Kabupaten Merauke) memberikan penjelaskan tentang persyaratan tindakan Karantina Ikan, Jenis-jenis Ikan yang dilindungi yang ada diwilayah Merauke .

Bapak Irmasyah Fatriadi (Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke), Menjelaskan tentang wilayah kerja dari Kantor Imigrasi kelas II TPI Merauke, termasuk Pos Imigrasi diwilayah perbatasan darat RI-PNG diantaranya : Sota, Erambu, Bupul, Mindiptana, Waropko. Diwilayah perbatasan RI-PNG masih berlaku aturan pelintas batas Tradisional dimana yang berhak melakukan aktivitas lintas batas tradisional adalah Orang Asli Papua (OAP) yang berdomisili diwilayah perbatasan.

Dibidang pendidikan Bapak Stephanus Kapasiang, S.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke) Menjelaskan secara umum tentang kondisi pendidikan di Kabupaten Merauke. Diwilayah perbatasan RI-PNG terdapat beberapa sekolah yang dekat dengan perbatasan Negara, dimana ada sekolah yang telah membuat MOU tentang penerimaan siswa asal PNG yaitu di SMK N 1 Sota dan SMK N Elikobel. Ada juga beberapa sekolah yang masih kurang dalam hal ketersediaan tenaga pengajar/guru, dan Kami dari Dinas Pendidikan biasanya telah bayak dibantu oleh Satgas pamtas yang ada diperbatasan dalam memberikan ilmu pendidikan kepada anak-anak diwilayah perbatasan. Diharapkan kedepannya kerjasama yang sudah terjalin dapat terus berlanjut dan ditingkatkan lagi demi melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang berkualitas. *fen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *