Pelapor Minta Bantuan ke Kapolri Agar Kasus Keterangan Palsu Dalam Akta Otentik Tuntas

TOPIKONLINE – Pelapor Katarina Bonggo Warsito mengadu dan meminta bantuan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah <span;>penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya tidak merespon secara serius terhadap laporannya.

Wanita itu mengirim surat kepada Kapolri teranggal 18 Mei 2024 untuk mengadukan perkara yang ia laporkan ke Polda Metro Jaya dengan Nomor Laporan 2750/V/YAN.2.5./2021/SPKT PMJ tanggal 28 Mei 2021.

Katarina kepada wartawan di Polda Metro Jaya mengatakan, ia nekat mengirimkan surat kepada Kapolri agar kasus pemalsuan surat dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik yang diduga dilakukan oleh tiga tersangka, yakni AJ, EV dan EJ bisa ditangani secara serius, Senin (20/5/2024).

Dua tersangka AJ dan EV kini kasusnya tengah diproses di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sedang tersangka EJ telah melarikan diri ke Australia. Katarian meminta Polri agar segera bertindak untuk membawa pulang tersangka EJ ke Indonesia untuk proses hukum.

Dikatakan Katarian dalam suratnya ke Kapolri, bahwa tersangka EJ yang warga negara Australia sudah dikirimkan surat panggilan dengan No; B/18494/XI/RES.1.9/2023 Ditreskrimum tertanggal 10 November 2023.

Surat dari Polda Metro Jaya ditujukan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo sehingga kata Katarina secara aturan surat panggilan itu berarti sudah berada di Mabes Polri, yakni Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Negara Republik Indonesia (Divhubinter) Polri.

Dikatakan Katarina, membuat dirinya bingung ketika ia bertanya ke bagian Divhubintar Polri terkait Red Notice terhadap tersangka EJ, jawaban yang dia dapatkan bahwa itu kewenangan Polda Metro Jaya.

Sebaliknya, ketika Katarina menanyakan ke penyidik Polda Metro Jaya jawabannya, itu sudah menjadi tanggungjawab Divhubintar.

“Jadi saya harus bertanya kemana lagi. Selalu dilempar ke sana sini dan terus seperti itu,” ujarnya.

Katarina mengaku sangat kecewa dengan jawaban-jawaban yang didapatkan, sehingga ia meminta bantuan Kapolri melalui surat tersebut.

“Saya mohon bantuan Kapolri bisa menuntaskan kasus tersebut. Saya juga minta perlindungan hukum kepada Kapolri karena harus berhadapan dengan petinggi petinggi yang diduga ikut berperan di balik kasus tersebut,” kata Katarina yang mengaku tidak mundur untuk mendapatkan keadilan.

Sebekumnya Indonesia Poluce Watch (IPW) dalam rilisnya beberapa waktu lalu juga mempertanyakan kelanjutan proses hukum kasus pidana yang dialami Katarina. IPW mendesak Polri segera bertindak agar kasus tindak pidana yang sangat merugikan Katarina ada kepastiab hukum.

Bahkan IPW saat itu mendesak penyidik Polda Metro Jaya segera melakukan penahanan, agar tersangka tidak melarikan diri. Polri juga diminta segera mengajukan permintaan Red Notice kepada Interpol untuk bisa membawa pulang tersangka EJ ke Indonesia untuk menjalani pemeriksaan atas tindak pidana yang dilakukan bersama dua tersangka lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *