Kapolri Listyo Sigit Buktikan Janji Hukum Tajam ke Atas, Tersangka KSP Indosurya Terancam Bui 15 Tahun

Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri). Penampakan ruko Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta di Kawasan Perkantoran Taman Kuningan, Jalan Setia Budi Selatan 1, Kav 9, Jakarta Selatan (kanan).

Jakarta – Pelapor kasus investasi bodon Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya senilai Rp14 triliun, Adi Priyono Nugroho menyatakan kelegaannya. Hal ini dirasakan Adi setelah upaya-nya bersama jajaran advokat LQ Indonesia Lawfirm melayangkan pesan moral sekaligus kritikan kepada Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mendapatkan atensi serius.

Sempat lama mati suri di meja penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri,  kini proses hukum kasus tersebut kembali dihidupkan sesuai harapan.

Dittipideksus Bareskrim Polri juga sudah membuka lebar pintu untuk menerima Adi Priyono sebagai pelapor dan kuasa hukum para korban Indosurya dari LQ Indonesia Lawfirm.

“Hari ini, Selasa, 16 Februari 2021 saya mendapatkan penjelasan yang lengkap dan update perihal duduk perkara kasus investasi bodong KSP Indosurya senilai Rp14 triliun yang saya laporkan ke Polri,” kata Adi Priyono kepada awak media di Jakarta, Rabu, (17/2) dini hari.

Dilanjutkannya, berdasarkan keterangan yang dia dapat dari penyidik dan atasan penyidik, kasus Indosurya sudah menjalani proses penyelidikan (lidik) dan penyidikan (sidik) dan juga sudah gelar perkara.

Dari seluruh rangkaian proses tersebut, penyidik sudah menetapkan para tersangka yang dimuat dalam dua pemberkasan dah dilakukan terpisah atau splitzing sesuai hukum formil yang berlaku.

Dalam berkas pertama, ditetapkan Henry Surya dan Suwito Ayub yang berkas penetapannya bernomor R/28A/IV/RES2.2/2020 DITTIPIDEKSUS. Berkas penetapan ini juga sudah dikirimkan penyidik Polri ke kejaksaan.

Kemudian pada berkas kedua yang terpisah juga sudah ditetapkan Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta dan June Indria sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan Nomor R/ 35A /VI/RES2.2/2020/DITTIPIDEKSUS.

“Hari ini saya benar-benar lega atas atensi khusus dan arahan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ke jajaran penyidik Dittipideksus Bareskrim untuk menggenjot lagi penyelesaian proses hukum kasus Indosurya yang saya laporkan,” Adi Priyono Nugraha berujar.

“Dan efeknya juga sangat cepat dan kencang saya rasakan. Penyidik Dirtipideksus kepada saya menunjukkan bukti dan dokumen bahwa segala proses lidik dan sidik sudah sesuai KUHAP yang berlaku dan pastinya juga diyakini tajam ke atas sesuai konsep Presisi yang dibawa Kapolri Listyo Sigit saat menjalani uji kelayakan di depan Komisi III DPR RI,” sambungnya lagi.

Dilanjutkan Adi Priyono, Henry Surya yang merupakan pemilik Koperasi Indosurya Cipta oleh penyidik dijerat pidana penipuan, penggelapan, dan pidana perbankan dengan ancaman pidana bui maksimal 15 tahun penjara.

“Jika dalam proses penyidikan kejaksaan nanti juga berhasil dibongkar dan didapat predicate crime atau pidana asal, maka penyidikan akan berkembang ke tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” Adi berujar.

Dikatakan Adi juga, berdasarkan laporan update penyidik kini diketahui bahwa kasus Indosurya dibuatkan dua berkas penyidikan yang terpisah/splitzing.

Satu untuk kasus Koperasi Indosurya dengan taksiran kerugian akibat investasi bodong sebesar Rp14 triliun dan menetapkan pendiri dan pemilik Indosurya, Henry Surya sebagai tersangka.

Satunya lagi untuk kasus Indosurya Simpan Pinjam dengan peristiwa, pelaku dan penandatanganan bilyet berbeda. bem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *