Kapolda Metro Sampaikan Alasan Firli Bahuri Belum Ditahan Hingga Sekarang

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto.

Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto menyampaikan alasan pihaknya belum menahan mantan Ketua KPK Firli Bahuri. Padahal Firli sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Menurut Kapolda Karyoto, penahanan dilakukan berdasarkan keyakinan penyidik. Apabila, penyidik secara subjektif menilai perlu dilakukan penahanan, barulah Fitri ditahan.

“Nanti kan kita lihat bagaimana keyakinan dari penyidik. Apakah secara subjektif ada hal-hal yang perlu dilakukan penahanan. Bisa saja, bisa saja dilakukan penahanan,” ujar Kapolda Karyoto kepada wartawan di depan Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa, (28/11).

Dikatakannya lagi, penyidik saat ini belum memeriksa Firli sebagai tersangka. Fase tersebut belum dilalui penyidik untuk menyimpulkan perlu atau tidak dilakukan penahanan.

Namun, Kapolda Karyoto melanjutkan, dirinya tak menampik kemungkinan Firli bisa langsung ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka. Jika subyektivitas penyidik menyimpulkan memang perlu penahanan, maka akan langsung dilakukan.

“Penahanan itu bagian dari upaya paksa. Tergantung dari penyidik, punya pendapat apa nanti, gitu ya. Nanti diserahkan kepada penyidik, saya biasanya nerima laporan aja,” kata Kapolda Karyoto.

Seperti diketahui, meski Firli belum ditahan, Polda Metro Jaya sudah melakukan pencekalan terhadap purnawirawan jenderal polisi bintang tiga itu. Penyidik Polda Metro juga sudah mengirimkan surat pencekalan Firli ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham pada Jumat, (24/11) lalu.

Firli menyandang status tersangka karena diduga memeras SYL berkaitan dengan kasus korupsi di Kementerian Pertanian yang juga menjerat SYL. Polda Metro Jaya menetapkan Firli sebagai tersangka pada Rabu, (22/11) lalu.

Sebelum menetapkan Firli sebagai tersangka, penyidik Polda Metro Jaya sudah lebih dulu melakukan pemeriksaan lebih kurang 90 saksi, termasuk ahli. Sementara Firli dan SYL baru diperiksa sebanyak dua kali.

Penyidik juga sudah melakukan penggeledahan dua rumah Firli di Bekasi dan di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bembo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *