Gunung Guntur Jadi Saksi Bisu Tamatnya Pelarian Terduga Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi

HS, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi usai disergap tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota.

Jakarta – Entah bisikan apa yang merasuki pikiran Haris Simamora/HS untuk mengarahkan langkahnya hingga ke kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Padahal ia menyadari membawa kunci mobil X-Trail B 1705 UOG warna silver, mobil yang terkait dengan kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

Pelarian HS atas kasus tersebut baru saja tamat pada Rabu (14/11) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Di satu saung kecil yang berlokasi di kaki gunung berapi setinggi 2.249 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, HS disergap tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polsek Metro Bekasi Kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono dalam penjelasannya kepada wartawan, Kamis (15/11) sore mengatakan, tim gabungan bisa mengejar HS hingga Gunung Guntur berkat temuan mobil X-Trail B 1075 UOG di garasi kos-kosan HS di daerah Cikarang.

“Dari temuan itu petugas menemukan barang bukti noda darah di gagang pintu kanan, karpet di bawah stir, seat belt dan pedal gas. Saat kamar kos HS digeledah juga ditemukan celana panjang hitam bernoda darah,” jelas Argo.

“Dari situ petugas menggali lagi informasi dan akhirnya diketahui terduga HS berada di Gunung Guntur. Langsung dikejar ke sana dan berhasil ditangkap,” ia menambahkan.

Dari tangan HS, selain kunci mobil juga didapat dan diamankan dua ponsel bernoda darah yang diduga milik korban dan uang Rp4 juta.

BACA JUGA:

Saat ini HS sudah digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Kuku HS yang bernoda hitam dan dicurigai sebagai noda darah juga sudah dipotong untuk diperiksa ke Puslabfor bersama seluruh barang bukti lainnya.

“Dalam pemeriksaan awal HS mengelak sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Kita masih dalami dan menunggu hasil Puslabfor,” Argo berujar.

Perlu diingat, HS ditetapkan sebagai buruan tim gabungan Polda Metro Jaya dengan Polres Bekasi Kota setelah diketahui membawa mobil  X-Trail warna silver dari rumah korban pada hari kejadian pembunuhan.

Mobil X-Trail warna silver B 1075 UOG.

Korban satu keluarga terbunuh itu adalah Daperum Nainggolan dan istrinya Maya Boru Ambarita serta dua buah hatinya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

Keempatnya ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11) pagi.

Daperum dan Maya tewas akibat senjata tajam dan senjata tumpul. Sementara dua anaknya tewas karena kehabisan napas akibat dicekik dan dibekap.

HS, Argo menambahkan, juga diketahui sempat berobat ke klinik yang berjarak 500 meter dari tempat kosnya di Cikarang dengan membawa mobil tersebut.

“Berdasarkan informasi dan hasil penyelidikan HS ke klinik untuk mengobati jari telunjuknya yang terluka. Namun untuk kepastian penyebab lukanya masih diselidiki,” Argo berujar.

Hal lainnya yang juga patut diketahui tentang sosok HS, terus Argo, terduga HS ternyata masih punya hubungan kerabat dengan istri korban. HS yang juga hobi mendaki gunung sudah tiga bulan menganggur tak punya pekerjaan tetap.

Lalu apa keterkaitan HS dalam kasus ini? Sebagai terduga pelaku tunggal yang membunuh korban? Atau ia berada di posisi yang lain dalam kasus ini? Apa pula motif aslinya?

Mungkin, jawaban yang paling pas untuk itu  saat ini cuma satu: Ditunggu saja. bem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *