Demi Selamatkan Jutaan Pelaku UMKM, APPSINDO Dorong Pemerintah Keluarkan Kebijakan “Superman”

Ketua Umum Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo), Drs. H. Hasan Basri, SH, MH

Jakarta– Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) mengapresiasi langkah Kapolri dan Panglima TNI turun ke Pasar Tanah Abang dan Jatinegara untuk memantau disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19.

“Langkah kedua petinggi lembaga ketahanan dan pertahanan negara itu sudah tepat karena pandemi hampir setahun dan dampaknya sangat serius buat pedagang,” kata Ketua Umum
Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo), Drs. H. Hasan Basri, SH, MH kepada awak media, Senin, (1/2).

Dilanjutkannya, efek panjangnya durasi pandemi membuat banyak pelaku usaha UMKM di hampir 14.000 pasar kehabisan modal usaha. Pemerintah harus cepat turun tangan membuat kebijakan “superman” memberi modal tambahan guna menyelamatkan puluhan juta pelaku UMKM di pasar.

Pasalnya, kebijakan memberikan modal tambahan kepada pelaku UMKM selama pandemi tersandera dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Selama pandemi semua kredit yang diberikan bank kepada para pedagang macet total. Dan parahnya, perbankan juga kesulitan bantu meringankan karena terganjal berbagai aturan OJK,” keluh Hasan Basri.

Hal tersebut, sambungnya, juga membuat Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo risau dan marah besar. Pasalnya, BI sudah menurunkan tambahan modal 700 triliun bunga 3,75% untuk menjaga ekonomi dan UMKM tetap tumbuh dengan kredit ringan perbankan berbunga rendah.

“Gubernur BI sampai bilang ke muka umum kalau realisasi kredit yang disalurkan perbankan ke pelaku UMKM adalah nol besar. Beliau sampai tunjukkan kemarahan beliau terkait hal ini berarti kondisinya sudah sangat parah,” jelas Hasan Basri.

APPSINDO melalui lembaga kajianya LEMHASAR, terus Hasan Basri, akan coba mencari solusi hal ini dengan mendiskusikannya ke Lemhanas sebagai lembaga ketahanan nasional. Langkah awal rencana ini juga sudah dibicarakan APPSINNDO dengan Sekjen Lemhanas, Komjen Pol Didid Widjanardi.

“Kami akan coba dorong pemerintah agar mengeluarkan kebijakan “superman” melalui Lemhanas untuk menyelamatkan puluhan juta pelaku UMKM. Masa orang kena bencana disandera dengan alasan kredit macet berlandaskan aturan OJK. Itu sama saja membunuh pelaku UMKM yang imbasnyan justru akan merobohkan ekonomi negeri ini,” tegas Hasan Basri.

“Kami harapkan kepada Kapolri yang baru agar menindak
siapa pun yang berusaha menghambat kebijakan Presiden Jokowi untuk memulihkan ekonomi,” tambahnya lagi. bem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *