Panglima TNI bersama Kapolri Tinjau Vaksinasi dan Dialog Interaktif dengan PCNU Banyuwangi

  • Whatsapp

Banyuwangi – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melaksanakan kunjungan kerja di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (14/10). Turut serta dalam kunker tersebut Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono dan anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen.

Adapun rombongan Panglima TNI meninjau Serbuan Vaksinasi di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Mangir, Banyuwangi yang disambut oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Ketua PCNU H. Mohammad Ali Makki Zaini.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Sebanyak 17.000 dosis vaksin yang ditargetkan untuk diberikan terhadap warga masyarakat tersebar di 45 titik fasilitas kesehatan di Banyuwangi, salah satunya di RSNU Mangir yang telah berhasil melakukan vaksinasi terhadap 1.600 orang dengan melibatkan 573 vaksinator gabungan TNI-Polri dan Dinkes.

Selanjutnya di tempat yang sama Panglima TNI mengadakan dialog interaktif dengan warga dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Banyuwangi.

“Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Umaro harus saling bersatu karena Ulama dan Umaro serta Tokoh Agama memiliki peran sangat strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Hadi.

Ia mengungkapkan, menurut salah satu sumber bahwa Indonesia pada 2045 mendatang akan menjadi negara ekonomi terbesar nomor empat di dunia. Namun persyaratannya adalah persatuan dan kesatuan harus dijaga, karena stabilitas keamanan juga penting, sumber daya alam dan sumber daya manusia harus disiapkan.
 
“Oleh sebab itu, untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045, sumber daya manusianya harus dijaga jangan sampai ada yang kenal narkoba. Itulah pentingnya Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Umaro untuk menjaga dan menyiapkan sumber daya manusia,” tegasnya.
 
Hadi juga menyampaikan bahwa baru saja Indonesia mendapatkan cobaan yang sangat berat yaitu pandemi Covid-19, dimana bulan Juli dan Agustus yang sangat berat kasusnya naik yaitu jumlah kematian naik. “Saya dengan bapak Kapolri atas perintah bapak Presiden membantu pemerintah daerah untuk segera mengendalikan Covid-19 dan Alhamdulillah saat ini Indonesia trend kasus Covid-19 sudah menurun,” ucapnya.
 
Menurut Hadi, Banyuwangi kasus konfirmasi Covid-19 sudah turun dan positifity nya sudah turun di bawah 5 persen dari ketentuan WHO. Artinya, infeksi yang terjadi di masyarakat sudah kecil, angka kematian juga sudah terus menurun dan angka kesembuhan juga naik.
 
Lebih lanjut Hadi menuturkan, pada kondisi yang bagus ini, mari bersama-sama untuk menyamakan langkah, ritme, untuk menjaga agar tidak terjadi ledakan kasus lagi, karena masih ada ancaman ancaman dari luar sana, ada virus yang namanya Lamda, ada yang namanya Mu. Sehingga kalau datang virus yang lain kita sudah tidak terasa dan kita sudah memiliki kekebalan.
 
“Dengan catatan bahwa kita harus divaksin baik dosis 1 maupun dosis 2 dan terus terang kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Para Ulama, Lintas Agama lainnya atas suksesnya pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banyuwangi ini. Tanpa adanya bantuan bapak-bapak dan ibu sekalian tentunya pelaksanaan vaksinasi, pelaksanaan protokol Kesehatan tidak akan bisa berhasil dan bisa kita rasakan sampai dengan hari ini,” pungkasnya. bem

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *