Buntut Penganiayaan Oknum Sabraha Polda Maluku Utara Kantor Hukum Ikatan Keluarga Besar Kailolo Surati Kapolri

  • Whatsapp

Jakarta, topikonline.co.id – Buntut dari kasus penganiyaan yang dilakukan oleh oknum polisi unit Sabraha Polda Maluku Utara, yang patut diduga melakukan melampaui wewenangnya terhadap warga Kailolo Pulau Haruku Maluku Tengah mengundang rasa prihatin dari Kantor Hukum Ikatan Keluarga Besar Kailolo (IKBK). Hal ini disampaikan oleh Kuasa Hukum korban Buaiman Usemahu yang juga Ketua Umum IKBK, Abdul Latief Marasabessy dalam jumpa pers di bilangan Condet Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Abdul Latief mengatakan, bahwa pihaknya mengutuk keras apa yang terjadi pada kliennya tersebut yang merupakan korban salah tangkap.
“Kami mengutuk keras terhadap oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap klien kami Buaiman Usemahu. Oleh karena itu, kami meminta Kapolri untuk memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus tersebut,” ujar Abdul Latief Marasabessy.

Ditempat yang sama, Ruslan Marasabessy yang juga merupakan Sekjen IKBK menjelaskan kejadian berawal ketika ada perkelahian antara oknum dengan sejumlah pengunjung sebuah cafe. Tak lama setelah kejadian oknum tersebut melakukan penangkapan akan tetapi bukan di lokasi kejadian.
“Kami menilai bahwa tindakan oknum tersebut sebagai tindakan premanisme dan telah melanggar pasal 351 junto 170 KUHPidana. Seharusnya jika ada kesalahan harus ada prosedur hukum yang harus ditempuh oleh pihak kepolisian. Kami melaporkan ini ke Kapolri agar kasus ini menjadi atensi untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan didampingi Djepri Tuanany, SH, Kadiv Hukum dan HAM IKBK. Dengan hasil visum korban yang diperoleh nanti, Ia berharap dengan surat yang dilayangkan ke Kapolri bisa menjadi atensi Kapolda Maluku Utara untuk ditindaklanjuti.

“Kami telah menyurati Kapolri, Irwasum Polri dan Propam Polri serta Kapolda Maluku Utara pagi ini agar menindak tegas oknum tersebut,” tegasnya. [Adang]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *