Klaim Asuransi Ditolak PT Panin Dai-ichi Life, Liliana Kartika Surati OJK dan Ombudsman

  • Whatsapp

Jakarta – Advokat Liliana Kartika berharap Otoritas Jasa Keuangan dan Ombudsman dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami kliennya, Nuraini terkait klaim asuransi atas nama almarhumah Ida, di Panin Dai-ichi Life.

“Saya berharap OJK dan Ombudsman dapat memediasikan agar ini dijalankan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Seperti surat yang sudah kami ajukan,” ujar Liliana kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

Advokat dari kantor Kartika Law Firm, yang berkantor di kawasan Sudirman Jakarta ini mengisahkan, almarhumah Ida pada 22 Februari 2020 mengajukan Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ) No. 1906014116 Panin Dai-ichi Life.

Liliana menjelaskan, dalam petikan “Deklarasi pernyataan diri (self certification)” no.16 didalam SPAJ, berbunyi “Tertanggung telah memberikan kuasa (karena itikad baik) kepada Penanggung (PT Panin Dai-ichi Life) untuk mendapatkan seluruh catatan riwayat kesehatannya” tanpa ada unsur memalsukan data, keterangan palsu atau penipuan sebelum diterbitkan polis.

Kemudian lanjut Liliana, pada 25 Februari 2020 terbit Polis Pertanggungan Jiwa Perorangan Premier Multilinked Assurance No. 2020004756 atas nama Ida, dan penerima manfaat yang ditunjuk yaitu, Ida sebagai adiknya.

“Dengan terbitnya Polis tersebut, maka segala ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon Tertanggung telah sah dan mengikat,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, kata Liliana, pada 26 Juni 2020 Ibu Ida meninggal dunia. “Dan pada 11 Mei 2021 Nuraini mengajukan klaim. Claim No. CLM2020008614 dan CLM2020008615, Tertanggung a/n. IDA (Almarhumah) kepada PT. Panin Dai-ichi Life,” ungkapnya.

Selain pengajuan klaim, tutur Liliana beberapa kali juga pihaknya selaku kuasa hukum mengajukan surat somasi kepada PT. Panin Dai-ichi Life.

Selanjutnya, kata Liliana, terbit surat tanggapan dari Panin Dai-ichi Life atas somasi tanggal 31 Mei 2021 yang ditandatangani Willy Budiman sebagai Legal & Corporate Secretary, nomor surat 036/LGL/06.21 tertanggal 4 Juni 2021.

Dalam tanggapannya, pihak Panin Dai-ichi Life menyebutkan, Bahwa Perusahaan menerima Surat Permintaan Asuransi Jiwa (“SPAJ”) No. 1906014116 yang telah diisi dan ditandatangani oleh Pemegang Polis/Tertanggung pada tanggal 22 Februari 2020, yang selanjutnya menjadi dasar diterbitkannya Polis Asuransi Jiwa dan berlaku pada tanggal 25 Februari 2020, No. Polis : 202004756.

“Mereka (Panin) dalam suratnya juga menyampaikan, bahwa alasan penolakan klaim yang diajukan oleh Ibu Nuraini telah kami tuangkan dalam surat penolakan No. 0866/Claim/05.21 perihal Klaim Meninggal Polis No. 2020004756/NM, Claim No. CLM2020008614 dan CLM2020008615, Tertanggung a/n. IDA (Almarhumah) tertanggal 11 Mei 2021,” sebut Liliana.

Liliana juga menyampaikan, dalam tanggapannya Panin Dai-ichi Life menolak klaim tersebut dengan alasan Tertanggung tidak menyampaikan riwayat kesehatannya dengan benar dan lengkap sesuai dengan fakta yang sebenarnya, yaitu terdapat keterangan / bukti Tertanggung terdiagnosis Gangguan Elektrolit dalam riwayat kesehatan tertanggal 10 Februari 2020 – 13 Februari 2020 yang mana hal tersebut tidak diungkapkan pada SPAJ.

“Oleh karena itu kami mohon OJK dan Ombudsman RI membantu kami,” pungkasnya. *fer

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *