PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk Tetap Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

Jakarta, topikonline.co.id – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020 nyaris melumpuhkan perekonomian di segala sektor, tidak termasuk PT Primarindo Asia Infrastuktur yang bergerak di bidang apparel. Pada tahun 2020 Perseroan mengalami kerugian usaha sebesar Rp. 37,2 miliar, menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berhasil memperoleh laba usaha sebesar Rp. 6,57 miliar.

Total produksi di tahun 2020 mengalami penurunan sekitar 654 menjadi 194 ribu pasang dari sebelumnya di tahun 2019 sebanyak 556 ribu pasang. Penurunan jumlah produksi ini sejalan dengan penurunan penjualan.

Pada tahun 2020 Perseroan tidak melakukan produksi dan penjualan sepatu ekspor, tetapi melakukan produksi dan ekspor traveling goods dengan negara tujuan Amerika Serikat. Total produksi ekspor untuk tahun 2020 adalah sebanyak 86.700 unit, menurun dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 108.528 unit.

Pada tahun 2020 jumlah penjualan Perseroan adalah Rp. 57,05 miliar yang terdiri dari Rp. 48,50 miliar penjualan sepatu lokal dan Rp. 8,55 miliar penjualan ekspor. Jumlah penjualan lokal menurun sebesar 59,144 dibandingkan penjualan lokal di tahun sebelumnya.

Pada Triwulan I dan II 2021, nilai penjualan Perseroan adalah sebesar Rp. 17,16 miliar, yang seluruhnya merupakan penjualan lokal, dan tidak ada penjualan ekspor. Penjualan lokal ini menurun sebesar 29” dibandingkan dengan penjualan lokal pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp. 24,27 miliar.

Penurunan penjualan ini antara lain disebabkan mulai merebaknya pendemi
Covid-19 serta menurunnya daya beli masyarakat.

Beban selisih kurs US Dollar terhadap Rupiah pada Triwulan | 2021 sebesar Rp. 4,14 miliar lebih kecil dibandingkan beban selisih kurs pada Triwulan | 2020 sebesar Rp. 19,87 miliar.

Hal ini mengakibatkan walaupun pada Triwulan | 2021 Perseroan mengalami rugi usaha lebih besar, namun kerugian bersih komprehensif lebih kecil dibandingkan pada Triwulan I 2020. Pada Triwulan | 2021 besar kerugian bersih
komprehensif adalah sebesar Rp. 12,39 miliar, sedangkan pada Triwulan 1! 2020 sebesar Rp. 20,35 miliar.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak yang sangat signifikan terhadap kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat. Perseroan melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesinambungan usaha antara lain dengan menurunkan jumlah produksi sejalan dengan penurunan penjualan yang cukup signifikan, melakukan berbagai promosi pemberian diskon yang menarik untuk meningkatkan pejualan, mengintensifkan penjualan online, melakukan efisiensi di berbagai bidang untuk menekan biaya, dll.

Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan Perseroan dapat tetap bertahan dalam kondisi pandemi saat ini, dan kinerja Perseroan dapat lebih ditingkatkan lagi di masa mendatang. [Adang]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *