Dugaan Penggelapan Vocer Hotel, Manajemen Six Senses Uluwatu Akan Somasi Balik

  • Whatsapp

BALI – Manajemen Six Senses Uluwatu, Bali yang berada di bawah payung PT Cahaya Warna Prima, mengklarifikasi tudingan An, seorang pelanggan tamu hotel asal Jakarta yang menyebut telah terjadi dugaan penggelapan dan penipuan oleh manajemen atas vocer (voucher) menginap yang dibelinya.

“Selaku manajemen kami menyampaikan klarifikasi bantahan bahwa, yang bersangkutan/penuntut (An), yang diwakili oleh Kuasa Hukum dari Firma Sand & Co. di Jakarta, tidak pernah melakukan transaksi secara langsung dengan Six Senses Uluwatu, Bali seperti yang diberitakan,” ujar Angga Adhitya Fritz Aradhana, selaku Direktur Marketing and Communication Six Senses, Uluwatu, Bali, Minggu (27/6/2021).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Fritz menyebut pada berita sebelumnya, An merilis bahwa transaksi dilakukan berupa transfer pembayaran voucher ditujukan kepada nomor rekening CS (inisial) dengan nomor rekening BCA 2069886889 atas nama Fidele Kreatif Indonesia. “Rekening ini jelas bukan dimiliki oleh Six Senses Uluwatu, Bali yang memiliki nomor rekening atas nama PT Cahaya Warna Prima,” katanya.

Fritz mengungkapkan bahwa An juga tidak pernah menunjukan bukti yang konkret bahwa pernah melakukan transaksi pembayaran secara langsung dengan Six Senses Uluwatu, Bali atas pembelian voucher menginap yang ada. “Voucher dibeli oleh An dari saudari CS, bukan dari manajemen Six Senses Uluwatu, Bali maupun Six Senses Hotels. CS bukan dan tidak pernah menjadi bagian atau pun karyawan kami,” ujarnya.

Karena itu, kata Fritz, tuduhan atas penggelapan dan penipuan yang disampaikan oleh An tidak memiliki dasar hukum dan bukti yang konkret.
“Kami selaku manajemen Six Senses Uluwatu, Bali, juga telah menujukan itikad terbaik kami untuk memberikan solusi atas permasalahan antara An dengan Saudari CS melalui mediasi untuk menemukan jalan tengah,” paparnya.

“Kami berencana untuk melakukan somasi balik atas perbuatan pencemaran nama baik berdasarkan hukum yang berlaku di Republik Indonesia, jika pernyataan yang kurang tepat ini tidak dicabut kembali dari yang bersangkutan segera. Demikian surat klarifikasi resmi ini kami buat secara terbuka dan dengan penuh kesadaran,” tegas Fritz.

Dalam persoalan ini, tamu berinisial An merasa dipermainkan lantaran 11 voucher penginapan yang telah dibelinya seharga Rp48.400.000, 7 di antaranya tak bisa digunakan.

Melalui kuasa hukumnya Rusadi Ramadhana Nurima, SH, LLM dari kantor hukum Sand & Co, An, pelanggan Hotel Six Sense mengancam akan membawa kasus yang dialaminya tersebut ke jalur hukum, terkait dengan dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan sebagaimana diatur oleh undang-undang yang berlaku.

“Soal proses hukumnya saya serahkan kepada kuasa hukum saya,” ujar An kepada awak media di Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Kepada awak media, An menceritakan ihwal kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menimpanya terjadi pada Juli 2020. An adalah pengusaha asal Jakarta yang sudah sering memakai fasilitas penginapan Hotel Six Sense setiap kali berkunjung ke Bali.

“Saat itu Juli 2020 suasana Bali awal Pandemi Covid-19 sepi turis. Lalu saya ditawari sebelas voucher penginapan senilai Rp48 juta,” ujarnya.

Sebelas paket voucher milik An terdiri dari Voucher No. SSULW 003, SSULW 004, SSULW 005, SSULW 006, SSULW 007, SSULW 008,  SSULW 009, SSULW 010, SSULW 011, SSULW 012, SSULW 013 dan SSULW 014. Pembayaran ke sebelas voucher tersebut dilakukan An dengan mentransfer ke nomor rekening BCA 2069886889 atas nama Fidele Krearif Indonesia.

Dari 11 voucher yang dibelinya, An mengaku telah menggunakan 4 voucher, yakni voucher SSULW 007 pada 16-18 Desember 2020, SSULW 003 pada  17-19 Maret 2021, SSULW 006 pada 19-21 Maret 2021 dan SSULW 012 pada 28-30 April 3021. “Jadi masih tersisa 7 voucher lagi yang belum digunakan,” sebut An.

Tak disangka, An yang sudah menjadi pelanggan tetap di Hotel Six Sense tersebut dibuat kecewa oleh kabar tak sedap via WhatssApp-nya dari pihak manajemen hotel. Infonya menyebut bahwa 7 voucher milik An telah digunakan atau diperjualbelikan oleh Cindy Setioso kepada pihak lain tanpa persetujuan An. Cindy adalah agen perjalanan wisata. “Padahal voucher milik saya dan telah saya bayar,” aku An.

An merinci voucher miliknya telah digunakan pihak lain secara sepihak, yakni voucher SSULW 004 (booking 23 Septemher 2021), SSULW 005 (booking 23 September – 3 Oktober 2021), SSULW 010 (booking 1-3 Juni 2021), SSULW 013 (booking 28 Mei-1 Juni 2021) dan SSULW 014 (booking 28 Mei-1Juni 2021). fery

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *