Bongkar Kasus Prostitusi Online, Subdit Renakta Raih Penghargaan Komnas Perlindungan Anak

  • Whatsapp

Semanggi – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindugan Anak Arist Merdeka Sirait mengapresiasi kinerja Subdit V Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yang berhasil mengungkapkan prostitusi online dan melibatkan anak di bawah umur.

Apresiasi diberikan dalam bentuk piagam penghargaan yang disampaikan Arist kepada Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, Wadir Reskrimum AKBP Reynold Hutagalung dan Kasubdit V Renakta AKBP Pujiyarto.

“Pencapaian Subdit Renakta Direskrimum Polda Metro Jaya sangat luar biasa dimana dalam pengungkapan prostitusi online tersebut melibatkan anak di bawah umur dengan jumlah yang luar biasa pada tingkat polda,” ujar Arist, di Mapolda Metro, Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Arist Merdeka Sirait berharap apa yang telah dilakukan Subdit Renakta dan jajaran menjadi motivasi dan inspirasi bagi Polda lain.

“Kami juga berharap semoga perbudakan seks yang melibatkan anak semakin berkurang dengan tindakan hukum yang dilakukan kepolisian dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak,” katanya.

Untuk diketahui selama periode Januari hingga Juni 2021, sudah 18 Laporan Polisi dengan 18 lokasi berbeda, total yang diamankan berjumlah 493 orang, 182 orang diantaranya anak di bawah umur dan 24 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubdit V Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto menyampaikan, sejak Januari hingga Juni 2021, sebanyak 18 Laporan Polisi dengan lokasi yang berbeda, “Total yang diamankan berjumlah 493 orang, 182 Anak Dibawah Umur dan 24 orang ditetapkan sebagai Tersangka,” tambahnya.

Selama pandemi Covid-19, lanjut Pujiyarto memang banyak anak-anak yang tidak bersekolah dan banyak orang dewasa yang kehilangan pekerjaan.

“Dari hasil analisa pengungkapan yang telah kita lakukan, memang ada beberapa peralihan beberapa pekerja seksual yang biasanya secara konvensional beralih ke online karena lebih mudah dan cepat dalam mencari tamu. Karena mereka cukup stay di dalam kamar hotel sambil mengoperasikan aplikasi michat melakukan penawaran sampai deal harga kemudian tamu hidung belang yang akan datang ke hotel tempat mereka,” ungkap Pujiyarto.

Pihak kepolisian juga melakukan survailan terhadap tempat-tempat yang diduga menjalankan praktek prostitusi online, “Kita mengamati tempat tersebut sebelum melakukan pengungkapan,” jelas Pujiarto.

Lanjut Pujiyarto, bahwa penikmat prostitusi juga bisa dijerat apabila melakukan terhadap perempuan di bawah umur, dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Pada kesempatan tersebut, Pujiyarto mengimbau para orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka.

“Mengecek setiap hari terhadap handphone anak-anak mereka, seperti aplikasi yang di install dan media sosial anak-anak mereka serta melarang atau tidak membiarkan anak-anak yang tidak pulang kerumah dalam 1 hari saja. Terutama pendidikan agamanya juga diperkuat,” pungkasnya. fery

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *