AKBP Dwiasi Wiyatputera Ditunjuk Jadi Kapolres Trenggalek, Ini Sejumlah Prestasinya

  • Whatsapp

Semanggi – Sejumlah penyidik di wilayah hukum Polda Metro Jaya diangkat menjadi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di beberapa Polda di Jawa Timur, Bali hingga Sumatra Utara.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) nomor ST/1129/VI/KEP./2021 tanggal 1 Juni yang ditandatangani oleh As SDM Polri Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan atas nama Kapolri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, kepada wartawan mengatakan, mutasi jabatan adalah hal biasa di lingkungan internal Korps Bhayangkara.

Pada mutasi polisi ini salah satunya adalah Kasubdit Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Dwiasi Wiyatputera juga diangkat menjadi Kapolres Trenggalek Polda Jawa Timur.

Perwira Menengah Kelahiran Ambon pada Tanggal 25 Agustus 1980 adalah lulusan Akpol 2002, sudah dikaruniai 4 orang anak Marlo, Noah, Trixie, dan Augusto, buah penikahannya dengan Famella Frospenta.

Usai lulus, Dwiasi mendapatkan penempatan pertama pada 2003 di Bitung, Sulawesi Utara sampai dengan 2007. Selanjutnya mengikuti pendidikan di PTIK pada 2008-2009. Kemudian ditempatkan sebagai Dankiekortarsis Akpol. Kemudian pada 2010 mulai berdinas di Polda Metro Jaya.

Dwiasi menyelesaikan pendidikan S2 dari Undip Fakultas Magister Hukum Universitas Diponegoro, pada 2011.

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Dwiasi Wiyatputera dipercaya sebagai Panit Harda, lalu Kanit Harda, Kanit Narkoba Jakarta Barat, Wakasat Narkoba Restro Jakbar, Kasubbag Seleksi Ro SDM, dan Kasubbag Mutjab Ro SDM.

Kemudian Dwiasi mengikuti pendidikan Sespimen 2016, setelah selesai, masuk ke Biro Paminal 2017-2018, kemudian ditugaskan kembali ke Jakarta pada Tahun 2018 sebagai Kasubdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Saat menjadi Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada 2012-2015, atas perintah Jenderal Fadhil Imran yang saat itu sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat dengan pangkat Komisaris Besar, sejumlah perkara narkoba berhasil diungkap. Salah satunya menangkap dan menyita aset senilai Rp 3 miliar dari bandar sabu terbesar di Kampung Ambon (Komplek Permata), Morison Manuel Yunus alias Ison dan penutupan diskotik Stadium di Mangga Besar.

Karir Dwiasi semakin melejit pada 2019-2020, yang dipercaya sebagai Kasubdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Karena pada bulan November 2019 ada kegiatan Pilpres dan berlanjut kerusuhan di Jakarta.

Pada momen tersebut berhasil ditangkap aktor intelektual Eggi Sudjana dan kawan-kawan yang merencanakan makar.

Kemudian dilakukan proses penegakan hukum antara lain, penyidikan terhadap perusuh Bawaslu, pelaku bom ikan Abdul Basith dan kelompoknya saat pelantikan Presiden, pengibar bendera Papua Bintang Kejora didepan Istana Negara Ambrosius, Surya Anta dan kawan-kawan.

Dwiasi juga ditugaskan pada Satgas Mafia Bola, sebagai Kasubdatgas Sidik dan memproses 16 tersangka, sampai dengan pemilihan Ketua Umum PSSI 2020-2021.

Saat Dwiasi dipercaya untuk menjadi Kasubdit Harda, beberapa perkara yang menjadi atensi publik yaitu kasus mafia tanah dengan korban Zurni Hasyim, ibu mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, dapat diselesaikan, sampai dengan perkara penipuan investasi senilai Rp 39 Miliar.

Di tangan dingin Dwiasi, perkara nasional dapat diselesaikan, seperti perkara penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Atas prestasinya, Dwiasi juga mendapatkan penghargaan khusus dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian ATR/BPN RI dan PSSI.

Penghargaan diberikan atas pengungkapan perkara yang menjadi atensi publik dan seluruh proses penyidikan dan para tersangka sudah selesai Tahap 2 sampai dengan vonis Hakim. fery

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *