Korban Investasi Bodong Desak Polda Metro Tetapkan Bos Besar PT MIS Group Jadi Tersangka dan Dibui

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan advokat Natalia Rusli, SH, MH(c), CLA. 

Jakarta – Para korban kasus dugaan investasi bodong PT Multi Inti Sarana Group (PT MIS Group) yang membawahi beberapa koperasi simpan pinjam (KSP), di antaranya KSP Pracico Inti Sejahtera dan KSP Pracico Inti Utama, berteriak mendesak Polda Metro Jaya segera menetapkan bos besar PT MlS Group, Tedy Agustiansjah sebagai tersangka dan menjebloskannya ke dalam bui.

Advokat Natalia Rusli, SH, MH(c), CLA yang juga founder Master Trust Lawfirm mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kasus ini empat bulan lalu dengan Laporan Polisi Nomor: LP/6084/X/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ Tertanggal 12 Oktober 2020 dan LP Nomor: LP/963/II/YAN.2.5./2021/SPKT PMJ tertanggal 18 Februari 2021.

Dan saat ini, katanya, laporan tersebut sudah pada tahap proses naik ke tingkat penyidikan (sidik).

Dijelaskan Natalia Rusli, Tedy Agustiansjah adalah bos besar PT MlS Group dan beberapa koperasi simpan pinjam yang dibawahinya. Sejak kasus tersebut dilaporkan, Tedy Agustiansjah disebut-sebut telah menjanjikan untuk mengembalikan dana nasabah secara bertahap sebanyak enam kali cicilan yang pembayaran pertamanya akan dibayarkan pada bulan Januari 2021.

“Namun sampai sekarang belum juga menyelesaikan janjinya,” sembur advokat Bryan Roberto Mahulaue, SH,
MH(c), CLA kepada awak media di Polda Metro Jaya, Senin, (8/3).

Roberto yang juga pimpinan Firma Hukum Rumah Keadilan, menyatakan apresiasinya terhadap penyidik di Unit 1 Fismondev, Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya atas kinerjanya yang sangat luar biasa dalam menangani kasus-kasus investasi bodong.

“Sehingga saat ini laporan polisi kami sudah pada tahap proses naik sidik,” katanya.

Dari seluruh rangkaian atas laporan kasus tersebut, lanjutnya, Tedy Agustiansjah sudah menjanjikan untuk mengembalikan seluruh dana kliennya yang menjadi korban KSP pimpinan Tedy sebesar kurang lebih Rp30 miliar. “Seluruh bukti-bukti valid tersebut juga sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian,” jelas Roberto.

Bahkan, lanjutnya, pada Oktober 2020 Tedy sudah menandatangani surat yang mengakui perbuatannya dan menyatakan akan membayar secara bertahap sebanyak enam kali pembayaran yang dimulai pada bulan Januari 2021.

“Namun sampai sekarang Tedy belum juga melakukan pembayaran, hanya janji-janji manis saja. Sehingga dengan bukti-bukti kami termasuk pengakuan tertulis Tedy untuk melakukan pembayaran, adalah bukti yang sangat kuat untuk menjadikannya sebagai tersangka,” tegas Roberto.

Surat Perjanjian yang dilangar oleh pimpinan PT Multi Inti Sarana Group (PT MIS Group) Tedy Agustiansjah. (Dok. Istimewa).

Natalia menimpali, pihaknya akan mengejar konsekuensi hukum atas janji manis Tedy Agustiansjah itu. Advokat wanita yang dikenal kritis ini menyataan akan sesegera mungkin bersinergi dengan pihak penyidik untuk menangani dan menuntaskan kasus investasi bodong tersebut.

“Kami memiliki bukti-bukti yang sudah lengkap dan valid. Tedy harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menghimpun dana masyarakat namun tidak dikembalikan sampai dengan sekarang,” tegas Natalia.

Sementara itu, advokat Adnan, SH, MH(c) ikut menambahkan, sebagai kuasa hukum pihaknya berharap agar dengan ditindaklanjutinya kasus tersebut oleh Pihak Kepolisian Polda Metro Jaya dapat sesegera mungkin menetapkan Tedy Agustiansjah sebagai tersangka dan segera
melakukan penahanan terhadapnya.

Melanjutkan keterangannya, Natalia Rusli kemudian mengimbau kepada masyarakat yang merasa jadi korban PT MIS Group (KSP Pracico) untuk lebih berhati-hati dan tidak terjebak janji manis dan jangan pernah takut untuk segera melakukan upaya hukum atau laporan pidana terhadap pimpinan PT MIS Group (KSP Pracico) Tedy Agustiansjah.

“Semoga dengan atensi bahwa Bapak Presiden Joko Widodo, Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Bapak Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, kasus-kasus investasi bodong ini dapat segera terselesaikan yang akan membuktikan bahwa masih adanya keadilan di negara ini,” ujar Natalia.

Dirinya juga berharap para korban simpanan dan Investasi yang dananya tidak cair agar menghubungi Hotline: 081-8899-800 dengan konsultasi gratis melalui telepon dan Whatsapp.

“Tolong informasikan nama, jumlah kerugian, perusahaan atau koperasi apa, kontak info agar kami dapat memproses dan memberikan konsultasi,” kata Natalia. red

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *