Hikmahanto Juwana : Tindakan Tegas TNI Terhadap Separatis Papua Sesuai Undang-Undang

  • Whatsapp

Jakarta – Dalam mempertahankan kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah, tindakan tegas TNI terhadap separatis Papua telah sesuai dan didukung peraturan dan undang-undang, sehingga tidak perlu ragu untuk bertindak dilapangan.

Demikian disampaikan Hikmahanto Juwana selaku Keynote Speakers dalam webinar bertajuk “Peran Militer Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata dalam Konflik Bersenjata Internal Menurut Hukum Humaniter” yang berlangsung di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Jakarta Timur, Kamis (4/3/2021).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Menurutnya, TNI sebagai alat pertahanan negara dalam menghadapi separatis tidak hanya dapat menggunakan UU TNI namun juga dapat menggunakan UU Terorisme, karena kelompok separatis tidak hanya menyasar personel TNI dan Polri saja namun juga rakyat sipil dan sarana publik lainnya. “Tidak boleh ada keraguan karena sudah didukung sesuai peraturan dan UU,” katanya.

Selanjutnya Pakar Hukum dan Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia itu mengatakan terkait tindakan tegas yang diambil akan menimbulkan resiko kemungkinan menghadapi ekpose nasional dan internasional, dihadapkan pada isu HAM. “Para institusi atau lembaga pendukung NKRI tidak perlu takut akan kritikan-kritikan dari luar terutama jika kritikan tersebut datangnya dari kelompok separatis,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel CZI IGN Suriastawa menuturkan, TNI menembak tiga orang anggota Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) di Puskemas Sugapa di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, karena berusaha merampas senjata api aparat gabungan TNI-Polri.

“Ketiga anggota KKB itu bernama Janius Bagau, Januarius Sani, dan Justinus Bagau. Januarius Sani adalah anggota KKB pimpinan Undius Kogoyo yang diduga kerap meresahkan masyarakat Intan Jaya,” tambah Suriastawa, beberapa waktu lalu.

Januarius Sani juga diduga sebagai pelaku pembakaran pesawat Twin Otter perintis milik Mission Aviation Fellowship (MAF), yang terjadi pada 6 Januari 2021 lalu. fery

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *