LQ Indonesia Lawfirm Tunggu Bukti Kapolri Baru Tuntaskan Kasus Kresna Life dan Indosurya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Alvin Lim.

Jakarta – LQ Indonesia Lawfirm mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi atas terpilihnya Kapolri baru Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Makalah Polisi Presisi yang dibawakan Listyo Sigit dalam fit and proper test di depan Komisi III DPR dalam pelaksanaannya nanti juga akan membuat institusi Polri semakin maju.

“Janji bahwa kepolisian tidak akan tajam ke bawah dan tumpul ke atas sangat bagus. Tolong bapak, Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit bisa segera bantu masyarakat Indonesia yang menjadi korban Asuransi Jiwa Kresna dan Indosurya dapat segera diselesaikan laporan polisinya. Kresna Life gagal bayar di akhir tahun 2019 dan dilaporkan ke kepolisian oleh para pemegang polis,” kata Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Advokat Alvin Lim! SH, MSc, CFP.

Sekitar 6.000-an nasabah Kresna Life mengalami kerugian gagal bayar sekitar Rp6,4 triliun. Sedangkan seluruh nasabah Indosurya mengalami kerugian gagal bayar lebih dari Rp15 triliun. Pun begitu, hingga kini masih tak ada kejelasan atas laporan polisi yang sudah dilaporkan oleh LQ Indonesia Lawfirm.

Dalam LP yang diadukan LQ, laporan polisi para korban Indosurya mandek dan tidak ditindaklanjuti oleh penyidik Mabes Polri selayaknya SOP lidik dan sidik yang diatur Perkap.

LQ Indonesia Lawfirm telah ditunjuk menjadi kuasa hukum para korban Kresna Life dan Indosurya oleh para korban melalui surat kuasa resmi.

Informasi yang LQ dapatkan terhadap laporan polisi, saat ini sudah dibentuk satgas untuk penanganan korban-korban Indosurya dan Kresna Life. Namun demikian, informasi yang beredar satgas ini justru kontra produktif karena semua LP di daerah Polda-Polda setempat ditarik ke Mabes dan akhirnya mandek.

LP Indosurya, contohnya. Setelah ditarik ke Bareskrim justru ‘mandek’ tanpa ada perkembangan dan update dari kepolisian.

Padahal semestinya, berdasarkan Perkap, penyidik minimal 1 kali dalam sebulan mesti memberikan kabar perkembangan dalam bentuk Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil penyelidikan (SP2HP).

“Tapi faktanya sudah berbulan-bulan kami tidak mendapatkan SP2HP untuk kasus Indosurya yang sudah kami laporkan,” ujar Alvin.

Ditambahkannya, istilah “mandek” dalam kasus Indosurya adalah ketika Henry Surya sudah ditetapkan menjadi tersangka (dalam LP pelapor lainnya) namun tidak ditahan dan juga tidak pernah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Aabila dalam LP korban lainnya HS sudah dijadikan tersangka. Kenapa dalam LP yang diadukan LQ dengan kejadian yang sama (hanya beda pelapor) tidak ada kemajuan dan tindaklanjut? Harus ada kepastian hukum kepada para korban yang menjadi pelapor dalam kasus Indosurya ini. Pidana itu pisau nya adalah “penahanan badan”, atau kurungan badan. Apabila tersangka tidak ditahan dan kasus “mandek’ di kepolisian, apa gunanya pidana?” beber Alvin dengan raut wajah kesal.

“Karena itu saya akan angkat dia jempol apabila Kapolri yang baru bisa melaksanakan apa yang diucapkan pada uji fit and proper test di DPR bahwa akan segera mengusut para terlapor kasus Kresna Life.”

“Kami tunggu bukti pelaksanaan janji bapak untuk segera mengatensi laporan polisi para korban. Tangkap dan tahan oknum yang terbukti bersalah, sita asetnya agar nanti kami bisa mintakan hakim untuk dikembalikan ke para korban.
Apabila bapak Kapolri bisa melaksanakan janjinya bukan hanya makalah tulisan, dua jempol dari kami yang makin mencintai institusi Polri dengan Kapolri yang baru,” Alvin Lim menyatakan.

Advokat Saddan Sitorus, SH menambahkan, klien LQ Indonesia Lawfirm yang adalah korban Kresna Life sudah berusaha berjuang ke DPR, ke OJK ke kepolisian, melawan oknum Kresna Life. Namun faktanya tumpul ke atas.

Lawyer LQ Indonesia Lawfirm yang terkenal berani ini sedih melihat keadaan salah satu kliennya, ibu Santi yang sampai jatuh sakit karena tabungan keluarganya habis ludes dimakan Kresna Life.

“LP sudah kami buat. Namun kepolisian belum menindaklanjut secara maksimal. Kapolri baru dimohon perhatikan masyarakat, janji tidak akan tumpul ke atas. Akan kami lihat dan mohon bukti agar dilaksanakan dengan penanganan Kasus Kresna Life ini,” kata Saddan Sitorus.

Wakil Ketua LQ Indonesia, Priyono Adi Nugroho juga berharap Kapolri yang baru biss menunjukan taringnya untuk mengusut tuntas dan menahan para oknum Kresna Life dan Indosurya.

Para oknum kedua perusahaan ini dianggap “kalangan atas” yang tidak tersentuh.

“Buktikan janji bapak Kapolri dengan segera menahan oknum Indosurya yang sudah menjadi tersangka dan oknum Kresna Life yang terbukti menipu uang masyarakat melalui modus asuransi. Apakah Bapak Kapolri Yang baru, Komjen Pol Listyo Sigit berani menahan para oknum Asuransi Jiwa Kresna? Apakah Bapak Kapolri punya nyali memproses laporan polisi terhadap oknum Kresna Life yang konon tidak tersentuh hukum?” kata Priyono Adi Nugroho setengah bertanya.

Advokat Alvin Lim kembali menuturkan, asuransi yang seharusnya adalah instrumen untuk proteksi ketika terjadi risiko kehidupan nyatanya malah dimainkan hingga gagal bayar ke para klien.

“Pokoknya kami menunggu bukti janji Kapolri baru untuk menjadikan hukum tajam, baik ke bawah maupun ke atas,” ujarnya menandaskan. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *