Subdit Harda Cokok Buronan Kasus Penipuan Rp 11Miliar

SEMANGGI – Tim Penyidik Unit 1 Subdit Harta dan Benda (Harda) Polda Metro Jaya berhasil menangkap Arifin Wijaya alias Pepen, buronan kasus dugaan penipuan sebesar Rp 11 miliar dengan modus memalsukan keterangan dalam akta notaris.

Pelarian Arifin Wijaya alias Pepen selama dua bulan belakangan ini berakhir setelah ditangkap di sebuah rumah di Villa Jagat, Cikiruhwetan, Cikeusik, Pandeglang, Banten pada Jumat (1/1) pagi.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan,
pengejaran selama dua bulan terakhir dilakukan Tim Penyidik Unit 1 Subdit Harda yang dipimpin oleh Kanit 1 AKP Mulya Adhimara.

“Setelah melakukan pengejaran dua bulan lebih, pada hari ini sekitar pukul 08.50 WIB, kita (polisi-red) berhasil mengamankan (AW) di sebuah rumah di Villa Jagat, Cikiruhwetan, Cikeusik, Pandeglang, Banten,” ujarnya.

Dwiasi menjelaskan, tersangka AW yang berprofesi sebagai pengusaha tempat hiburan telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) karena melarikan diri saat akan dilakukan penangkapan.

Dwiasi menjelaskan, selama dalam pelarian, tersangka AW kerap berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak dan mengelabui petugas kepolisian.

“Sebelum dilakukan upaya penangkapan , DPO berpindah-pindah sering melarikan diri tidak menggunakan alat komunikasi, bersembunyi di kapalnya berhari-hari dengan alasan memancing,” ungkapnya.

Arifin Wijaya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan sebesar Rp 11 miliar dengan modus memalsukan keterangan dalam akta notaris.

Akibat pemalsuan keterangan tersebut, korbannya menderita kerugian sebesar Rp 11 miliar dan melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu kemudian diteruskan kepada Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP 6459/XI/2018/PMJ/Ditreskrimum tanggal 26 November 2018.

Dalam perkara tersebut penyidik juga telah menahan satu orang tersangka lain yakni Ahmad Asnawi alias Sam, atas perannya sebagai penerima kuasa dari tersangka Arifin Wijaya.

Saat ini tersangka Arifin telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya dan terancam dengan ancaman pidana kurungan selama 7 tahun.

Sesuai protokol kesehatan, petugas juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan yang bersangkutan bebas dari COVID-19 sebelum dilanjutkan proses penyidikannya di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya. fey

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *